Singapore 2011: Little India – Jakarta (Day 6)

Bagian terberat dari seorang traveller selalu ada di hari terakhir, yakni kepulangan. Terkadang tidak semua itteanary berhasil dijelajahi dalam waktu yang singkat. Tapi justru disinilah seninya, karena rasa penasaran tersebut yang terkadang membuat kita ingin kembali lagi suatu saat nanti…..Demikian juga saya yang merasa kurang puas karena belum menjelajahi sentosa island seluruhnya.

Sebelum pulang, kami menyempatkan diri mengelilingi india street. Kebetulan hotel Rochor letaknya sangat strategis karena berada ditengah-tengah bugis market, arab street & Little India. Untuk menuju lokasi, kami cukup berjalan kaki ke arah bukit timah road hingga bertemu tekka center.

Disini kami menyempatkan untuk sarapan merangkap makan siang dengan menu masakan padang. Di Tekka Center ini lebih seperti food court dengan berbagai menu masakan dengan harga yang terjangkau.

Perut kenyang, perjalanan dilanjutkan ke little india sepanjang Serangoon Road. Jika anda menyusuri area ini, pasti teringat dengan pasar baru. Hanya bedanya jalan ditengahnya dilewati oleh kendaraan bermotor. Disini banyak dijual produk garment dan souvenir ala Singapore dengan harga yang miring. Ditengah perjalanan terdapat kuil hinduSri Veeramakaliamman dengan berbagai hiasan unik. Segera saya ambil kamera dan mengabadikannya.

Selanjutnya kira-kira 400 meter kedepan terdapat mesjid aquilla, tempat kami menunaikan shalat dzuhur. Tidak jauh dari mesjid terdapat pertigaan menuju Mustafa Center yang terkenal itu. Disini banyak dijual berbagai macam barang, mulai dari elektronik, makanan, souvenir dsb. Saking komplitnya dijamin membuat anda bingung hendak membeli apa untuk oleh-oleh.

Saat waktu menunjukkan pukul 15.00, kamipun harus segera kembali ke hotel untuk mengambil koper dan menuju bandara. Dan apesnya, hujan kembali turun…..  Sehingga dengan terpaksa kami naik taksi menuju hotel sekaligus mengantar ke bandara. Jika di Jakarta Sopir taksi mencari penumpang, disini terbalik. Banyak taksi yang justru menolak penumpangnya, terutama jika sudah waktunya ganti shift sore. Butuh waktu 10 menitan untuk mendapatkan taksi yang available. Dan uniknya, setibanya di Bandara, tiba-tiba dikenakan extra charge dari argo untuk tarif tol dan terbukti benar kata orang kalau taksi di singapore mahal.

Dari semua bandara yang pernah saya datangi, menurut saya bandara Changi adalah yang terbaik dan termegah. Suasananya sungguh mirip dengan mall. Ada 3 terminal yang saling dihubungkan dengan kereta. lebih lengkapnya bisa dilihat disini. Tanpa terasa, inilah akhir liburan kami kali ini yang sungguh menyenangkan. Tidak menyangka kalau saya berhasil mengajak keluarga liburan secara backpackers dan akhirnya membuat istri ketagihan untuk merencanakan liburan berikutnya. See you Singapore. We’ll be back when our kids have grown up, so we can explore more on Sentosa Island, including Universal Studio.

<~~ Hari Kelima: Singapore Flyer – Esplanade – Merlion Park

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *