Thailand 2016: Bangkok (Day 1)

on

Thailand, negeri gajah putih yang memiliki bahasa cacing dan kegiatan pariwisatanya terkenal dengan berbagai macam wat, patung budha, gajah, sungai chao phraya, pantai yang eksotis, sampai tontonan yang ekstrim untuk dewasa. Saya selalu ingin mengunjungi negeri ini dari sejak dulu, namun selalu berusaha menahan diri karena banyak teman yang bilang kalau wisata di Thailand kurang cocok untuk anak kecil. Saya memang bertipe backpackers keluarga, jadi hampir tiap perjalanan selalu mengajak ketiga anak-anak saya. Rasanya dunia ini terlalu sempit jika hanya dibagi berdua dengan istri saja…. Karenanya ada kepuasan tersendiri jika bisa menunjukkan kebesaran Allah SWT dan membuka wawasan seluasnya kepada seluruh anggota keluarga tercinta.amor

Prepare for next journey

Kebetulan sekarang tinggal 1 anak yang masih balita dan kebetulan juga bulan februari kemarin tiba-tiba ada promo jakarta-bangkok hanya 850rb (PP).26375_1376456542244_1556781579_942495_3749450_n Tanpa pikir panjang, langsung deh book 2 tiket dewasa & 1 anak.26375_1376468822551_1556781579_942622_7157114_n Karena tanpa direncanakan, saya jadi hanya punya waktu 2 minggu untuk menyusun itinerary perjalanan 6 hari 5 malam. Dari hasil bertanya pada mbah google, ternyata pattaya juga merupakan salah satu tempat wajib dikunjungi jika ke bangkok karena selain dekat, disana juga banyak objek wisata yang menarik. Dan di pattaya jugalah banyak show yang ekstrem dan khusus dewasa. Jadi setelah pilah sana sini tempat-tempat wisata yang cocok dinikmati keluarga bersama anak kecil, berikut hasil rancangan itinerary-nya lengkap dengan anggarannya.

itenerary bangkok pattaya
My traveling ittinerary

Cerita dimulai pada hari pertama. Berhubung promo, tentu pilihan penerbangannya tidak banyak. Kamipun dengan terpaksa mendapat flight sore jam 16.45 dan tiba pukul 20.15. Tidak ada perbedaan waktu antara Jakarta dengan Bangkok, jadi duduk di pesawatnya lumayan pegel juga.mky_05 Karena tiba sudah malam hari di Bangkok, tentu tidak ada pilihan lain selain langsung check in ke hotel dan tidur. Sehingga saya sengaja memilih menginap di hotel transit area Svwarnabhumi saja agar besok paginya bisa langsung berangkat ke Pattaya. Seandainya saja ada pilihan bis yang direct menuju pattaya di malam hari, tentu kami akan memilihnya. Tapi sayangnya hingga last minute, tanya sana sini pun tidak ada pilihan public transportation dari Bandara Don Mueang kesana selain charter mobil yang notabene sangat mahal +/- 2000 THB. Sekedar informasi, harga sewa mobil di Thailand tergolong mahal, bahkan untuk menggunakan uber / grab application sekalipun.26375_1376409381065_1556781579_942182_3887984_a

Setibanya di bandara Don Mueang, kami langsung bergegas mencari shuttle bis gratis antara bandara don mueang dan svwarnabhumi. Tapi lagi-lagi kecewa karena ternyata shuttle bis ini hanya khusus penumpang yang memiliki tiket pesawat yang hendak terbang dari svwarnabhumi di hari yang sama. Saya sempat menanyakan jikalau bisa membayar tiket bis tersebut, namun dengan muka petugasnya yang judes ternyata tetap tidak bisa. Sekedar informasi, selama perjalanan 6 hari saya di thailand, tidak ada satupun penduduknya yang ramah dan alhasil kesan dari pertama datang sudah tidak menyenangkan.eusa_snooty Saya disuruh berjalan kaki keluar bandara dan mencegat bis umum ke svwarnabhumi tanpa diberitahu nomer bis berapa yang harus dinaiki.eusa_doh Daripada beresiko, kami memilih naik bis A1 ke stasiun Mo Chit dan naik LRT Skytrain ke stasiun Phaya Thai, lalu lanjut naik kereta ke bandara Svwarnabhumi. Bus stop untuk bis A1 berada di belakang shuttle bis bandara dan enaknya selalu tersedia setiap 10 menit dengan tarif 20 Baht / orang & gratis untuk anak kecil.

The adventure start from this A1 bus

Perjalanan ke stasiun Mo Chit sendiri hanya memakan waktu +/- 20 menit dan kami diturunkan di halte Mo Chit yang sepi nan gelap gulita karena sudah jam 1/2 10 malam.26375_1376401660872_1556781579_942172_7860049_n Celingak celinguk cari lokasi stasiunnya….akhirnya ngikutin orang turun ke stasiun bawah tanah. Saat membeli tiket, diberitahu petugasnya kalau mau ke phaya thai bukan dari stasiun bawah tanah ini, melainkan dari stasiun atas.26375_1376468742549_1556781579_942620_7725584_n Dengan lunglai terpaksalah berjalan kaki lagi keluar stasiun dan celingak celinguk lagi mencari keberadaan stasiun BTS Skytrain. Dan ternyata stasiunnya masih lurus lagi +/- 100 meter dari pintu masuk stasiun bawah tanahnya. Kenapa sih tidak dibuat terintegrasi antara stasiun atas & bawah…..?? icon_bang_head

Bangkok Metro System Map

Kesan pertama naik BTS skytrain:  Bersih, nyaman, keretanya kedap suara dan interval keberangkatan cukup rapat tiap 5 menit….Jadi gak sabar menunggu LRT & MRT pertama Indonesia selesai tahun 2018.26375_1376468342539_1556781579_942610_8334232_a Perjalanan menuju ke stasiun Phaya Thai berjarak 5 stasiun dan memakan waktu +/- 15 menit. Turun stasiun lalu berjalan kaki menuju stasiun kereta ARL (airport Railway Link) menuju svwarnabhumi yang terintegrasi dengan stasiun BTS, jauh lebih baik daripada stasiun Mo Chit sebelumnya. Kereta bandara bentuknya kurang lebih mirip dengan BTS, namun gerbongnya lebih banyak. Tapi jika BTS bisa ontime antar perjalanan keretanya, kalau kereta ARL tidak. Jarak antar keretanya juga cukup jauh +/- 25 menit. Selain itu, anak balita dengan tinggi badan 90 cm jika naik BTS disuruh bayar penuh, tapi naik ARL gratis…. 26375_1376443901928_1556781579_942362_6433508_a Kesan unik lainnya distasiun ini adalah jam 1/2 11 malam rupanya masih banyak penduduk Bangkok yang beraktivitas. Terbukti dari jumlah penumpang kereta yang penuh dan cenderung sesak meski sudah hampir tengah malam begini.eusa_think

Regent Svwarnabhumi Hotel
Regent Svwarnabhumi hotel

Setelah melalui 45 menit perjalanan dari stasiun Phaya Thai ke Bandara Svwarnabhumi, akhirnya tiba juga di bandara yang full service di Bangkok ini. Berhubung waktu sudah jam 23.15, kamipun bergegas menuju arrival hall untuk cari counter hotel Regent Svwarnabhumi. Saya memilih hotel ini karena mereka menyediakan shuttle car gratis jika memesan di website-nya. Harganya juga affordable untuk sekedar numpang bermalam bagi yang sedang menunggu pesawat. Sepintas dibenak saya, counter hotelnya berbentuk mini counter lengkap dengan meja dan kursinya, ternyata kecele… rupanya counter yang dimaksud adalah petugas hotel perempuan yang duduk sendirian dipinggir pintu keluar bandara sembari menenteng kertas hotel Regent…. hahahahaaaa….. mky_07 Agak tidak sesuai dengan kebesaran nama “Regent” yang disandingnya…… package_toys Untungnya servicenya bagus, setelah menemui petugas tersebut, tidak pakai lama langsung datang shuttle carnya. Kamipun segera naik bersama 2 penumpang lain dan hanya 10 menit kemudian sudah tiba di hotel yang dituju.icon_thumleft

Tripple Bed Room
Balcony view

Hotelnya sendiri sih tergolong kecil, namun lumayan nyaman untuk sebuah hotel transit. Kami memesan kamar deluxe double bed, tapi dikasih free upgrade ke tripple bed room karena membawa anak kecil.eusa_dance Kamarnya luas, ada dining table, tv cable, hot shower, mini kitchen set dan balcony. Kalau soal kasur harus diakui sangat keras, tapi dari 3 hotel yang saya datangi juga semua kasurnya keras. Mungkin orang Thailand senang dengan kasur ala therapedic macam begini. Buat orang Indonesia mah tidur di kasur begini seperti tidur diatas lantai…. 26375_1376409621071_1556781579_942188_6492369_a Tapi tetep aja kami sukses tertidur pulas karena kecapekan….. hahahahaaaa…. mky_01

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *