Thailand 2016: Bangkok (Day 4)

Banyak yang bilang, jika pergi ke Bangkok wajib mengunjungi floating market yang merupakan salah satu ciri khas dari negara ini. Dari hasil tanya mbah google, ada banyak floating market di sekitar Bangkok, yakni Taling Chan (paling dekat), Amphawa dan Damnoen Saduak. Jika waktu terbatas, Taling Chan floating market merupakan pilihan terbaik karena berada di pinggiran kota Bangkok. Namun jika punya waktu bebas seharian, Amphawa dan Damnoen boleh jadi pilihan. Amphawa katanya sih masih tergolong floating market original, lebih sedikit turis dan buka hanya pagi hari. Namun Damnoen Sandhuk merupakan floating market yang paling populer dan sudah menjadi salah satu icon daerah jajahan turis asing. Tapi yang jadi masalah dari kedua floating market ini adalah lokasinya yang berada jauh dari kota Bangkok dan akses transportasi yang tergolong susah. Tak ada satupun taksi yang mau pakai argo jika hendak kesini. Dari blogger teman backpackers yang bercerita naik minivan / bis dari terminal bis Bangkok, mudah berangkatnya, tapi susah pulangnya. Belum lagi repotnya harus tawar menawar tail boat yang akan mengantarkan kita keliling floating market. Alhasil daripada puyeng-puyeng mikirin semua kerepotan diatas, kamipun memilih beli paket half day tour ke Damnoen Sanduak Floating Market yang dipesan secara online via website www.hotel2thailand.com. Menurut saya harga jika jalan sendiri vs paket half day tour jatuhnya kurang lebih sama, bahkan sedikit lebih hemat untuk ukuran turis.

Dari ittenary yang diberikan pihak travel agent-nya, kami diminta stand by menunggu di lobi hotel pukul 6 pagi. Sempat deg-degan juga karena hotel yang kami pesan bukanlah hotel besar, jadi khawatir mereka tidak bisa menemukannya. Mau nelpon juga bingung harus telepon kemana…. Jadi ya sudahlah, pasrah aja duduk manis di lobi hotel sembari sarapan pop mie rebus.   Alhamdulillah, jam 06.15 tour guide-nya datang dan kamipun langsung berangkat naik minivan. Selain kami ternyata ada 9 penumpang lain dengan tujuan yang sama dan satu persatu dijemput dihotel masing-masing penumpang. Tepat jam 7 barulah minivan kami benar-benar berangkat keluar Bangkok. Enaknya traveling naik kendaraan, kita jadi bisa menikmati sisi lain dari kota Bangkok yang non modern sebagaimana jika dilihat dari BTS. Dan menurut saya, kota Bangkok sebetulnya tergolong kota dengan bangunan yang tua-tua. Kesan yang saya dapatkan malah seakan-akan kita sedang berjalan disekitar ruko-ruko sekitar pecinan harmoni. Bahkan bis umumnya saja masih banyak yang struktur body-nya memakai plat besi dengan paku keling ala bis tua jaman tahun 1980an. Meskipun serba tua, tapi kotanya sangatlah bersih dan kendaraannya pun emisinya juga bebas polusi.

Dalam perjalanan menuju Damnoen, minivan kami sempat berhenti istirahat sejenak di rest area untuk memberi kesempatan penumpang yang ingin buang air kecil dan cari snack sarapan di 7eleven. Dan sayapun kembali kagum, karena pom bensinnya sangat bersih, toiletnya juga bersih, tidak becek dan tidak ada bau pesing sama sekali. Luar biasa…..

rest area damnoen sandhuk
rest area damnoen sandhuk

Akhirnya setelah melalui perjalanan darat hampir 2,5 jam, kamipun tiba di Damnoen Sandhuk yang kesohor itu. Minivan kami tidak mengantar langsung ke floating marketnya, tapi ke suatu tempat dimana terdapat jetty untuk naik long tail boat. Dari sini perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri kanal sungai perkampungan selama kurang lebih 30 menit hingga tiba di floating marketnya. Sepanjang perjalanan kita bisa melihat suasana dan kebudayaan perkampungan air disekitar Damnoen Sanduak. Saat melewati rawa-rawa, sempat kepikiran juga apakah ada buaya disekitarnya…..?? mungkin karena kebanyakan nonton film-film thriller Thailand yang identik dengan  rawa dan buaya kali yah…..

water village damnoen sandhuk
water village damnoen sandhuk

Setibanya di floating market, suasana sangatlah hiruk pikuk dengan kegiatan perdangangan diatas perahu. Banyak sekali perahu berlalu lalang, baik itu yang berisi turis maupun pedagang, sehingga membuat kemacetan. Benar kata orang, floating market ini sudah terlalu turis oriented. Tapi meski demikian, kami tetap menikmati suasananya yang unik. Saya memesan mango sticky rice dan coconut ice cream untuk dinikmati didalam perahu. Untuk produk-produk souvenir, menurut istri harganya tergolong mahal. Masih lebih murah di Asiatique. Kita diberikan waktu kurang lebih 1,5 jam  dari tour leader untuk menjelajahi floating market yang sebetulnya kurang cukup karena areanya tergolong luas. Namun apa boleh buat, namanya juga ngikut paket tour, jadi ya waktunya menjadi kurang fleksibel dan terbatas.

floating market
floating market
The shops
The shops

Jam 11 tepat, kamipun sudah meninggalkan floating market dan diantar menuju Chang Puan Camp, tempat menonton pertunjukan buaya dan naik gajah. Disini sifatnya optional, karena diluar paket tour. Jadi bayar terpisah jika ingin menikmatinya. Sebetulnya sih tidak terlalu kepingin kesini karena sudah puas nonton pertunjukan gajah di nong nooch kemarin, tapi ya berhubung ikut tour jadi pasrah sajalah menunggu penumpang lain yang menonton. Sambil menunggu, kami berselfie ria sajalah……

Chan Puak Camp
Chang Puak Camp

Jam 12, kami berangkat kembali dan kali ini diantar menuju pusat kerajinan kayu. Disini kita bisa melihat berbagai ukiran kayu yang menarik, namun harganya sangat fantastis…. (untuk ukuran dompet saya)  . Dari kartu namanya sih banyak yang tertera “SOLD OUT” dengan tujuan manca negara. Entah beneran terjual atau sekedar menarik pelanggan saja.

art craft store
art craft store

Dari tempat kerajinan kayu ini, penumpang minivan berpisah dan naik minivan sesuai paket tour yang diambil. Karena saya memilih half day tour, tentunya ganti minivan yang tujuan kembali ke Bangkok. Sepanjang perjalanan panjang ke Bangkok, semua penumpang terlihat tertidur pulas semua…. Mungkin pada kecapekan menjelajahi floating market. haha2…. . Jam 3 tepat, minivan kami sudah tiba di Bangkok. Karena kebetulan hari minggu, kami minta diturunkan di stasiun Phaya Thai agar bisa naik BTS menuju Chantucak Weekend Market.

Naik BTS Skytrain
Naik BTS Skytrain

Sesuai namanya, pasar ini hanya ada di hari sabtu / minggu saja. Rasanya rugi jika melewatkan kesempatan melihat pasar weekend terbesar di Thailand ini meskipun saya sendiri sebetulnya kurang hobi berbelanja. Tapi tentu saja demi pengalaman, tempat ini menjadi salah satu destinasi wajib yang harus dikunjungi. Untuk menuju ke Chantucak market, kami naik BTS dari stasiun Phaya Thai dan turun di stasiun Mo Chit. Sedikit berjalan kaki keluar stasiun, kamipun tiba disana. Pasarnya sendiri sangatlah luas, dan barang yang diperdagangkan sangatlah banyak, mulai dari tanaman, barang antik, binatang peliharaan, makanan & minuman, bahan makanan segar & kering, keramik & koleksi rumah tangga, baju dan aneka buku. Rasanya butuh seharian jika ingin mengeksplorasi semuanya dan dijamin bikin kaki pegal. Silakan uji kemampuan tawar menawar anda saat membeli disini.

chattuchakmap

Banyak yang mengatakan mudah mencari makanan halal disini, tapi kok sejauh kaki melangkah tidak berhasil menemukannya. Jajanan sih bertebaran dimana-mana, tapi semuanya meragukan apakah halal atau tidak. Mana perut sudah keroncongan, kaki sudah gempor, tangan sudah pegal menggendong Aira…..Jadi ya sudahlah, terpaksa makan cumi bakar saja dan minum es jeruk.

Chantucak Weekend Market
Chantucak Weekend Market

Setelah perut kenyang, kamipun berjalan kaki lagi menyusuri pasar sembari celingak celinguk mencari barang-barang yang lucu-lucu. Saat mau pulang naik BTS, terlihat kepadatan yang luar biasa didalam stasiunnya. Berhubung kaki sudah tidak bisa diajak kompromi lagi, kali ini kami mencoba naik taksi untuk kembali ke hotel demi bisa duduk istirahat selama perjalanan.  Setelah dihitung-hitung, ternyata harganya kok sama aja yah dengan 3 orang naik BTS.

Tiba di hotel, langsung deh pada terkapar dikasur dan bobo istirahat sebentar. Setelah mandi dan shalat isya, saatnya jalan-jalan mencari makan malam disekitaran pratunam. Saat melangkah keluar hotel, ternyata jika malam di area sekitar hotel terdapat pasar malam. Berhubung perut sudah keroncongan, kami berjalan kaki ke arah platinum mall. Disana juga ternyata terdapat pasar malam. Tanpa ditawar pun harganya sudah sangat murah ketimbang Chantucak market / Damnoen Saduak Floating market.

night market platinum mall
night market platinum mall

Mau keliling di mall, ternyata pukul 20.00 sudah pada tutup kios-kiosnya. Jadi terpaksa kita menyusuri Phetchaburi road sembari mencari makan malam. Sempat putus asa karena susahnya mencari makanan / jajanan yang terjamin kehalalannya. Tapi alhamdulillah setelah 30 menit berjalan kaki tanpa arah, akhirnya berhasil menemukan sebuah restoran halal. Nama restorannya adalah Siam Ceylon dan lokasinya berada persis disebelah restoran the Pizza company. Restoran ini menyajikan berbagai variasi makanan khas Thailand, karenanya finally kami bisa juga menikmati Tom Yum asli Thailand yang halal.

Restoran halal Siam Ceylon
Restoran halal Siam Ceylon di Phetchaburi Road

Menurut kami rasanya enak, isi seafoodnya berlimpah dan harganya termasuk murah. Rekomen deh buat travelers muslim yang menginap disekitar pratunam.

Setelah perut kenyang, saatnya pulang ke hotel dan istirahat. Tapi sebelumnya kami menyempatkan waktu untuk berkeliling night market disekitar hotel. Kurang lebih sih barang yang dijual sama dan harganya termasuk miring. Pasarnya ini buka setiap hari mulai sore hingga pagi, jadi enak buat jalan-jalan dan cuci mata sehabis shalat subuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *