Thailand 2016: Bangkok (Day 5)

on

Selain floating market, salah satu destinasi wajib saat liburan ke Thailand adalah mengunjungi wat-watnya. Di negara ini banyak wat atau kuil yang bertebaran dimana-mana, sebagaimana mesjid di Indonesia. Wajar saja sebab mayoritas penduduk Thailand beragama Budha. Dari sekian banyak wat, yang paling populer adalah wat arun dan wat pho yang terletak dipinggir sungai Chao Phraya, yang mana merupakan sungai terbesar di Bangkok. Sungai inilah yang menjadi urat nadi perekonomian kota Bangkok, dan bahkan Thailand, karena memanfaatkan sungai sebagai sumber untuk pekerjaan sehari-hari, transportasi logistik, barang, dan jasa, bahkan pariwisata. Disekitar sungai ini selain kedua wat diatas, ada juga istana Grand Pallace dan Asiatique yang semuanya bisa dijangkau menggunakan boat dari sathorn tier.

Let's visit this place
Let’s visit this place

Jam 1/2 9 pagi kami mulai petualangan hari ini dengan berjalan kaki ke stasiun Ratchaprapop dan naik kereta dari sana menuju stasiun Phaya Thai, lalu lanjut naik BTS Sukhumvit line menuju stasiun Siam.mky_08

Airport link vs BTS
Airport link vs BTS

Meski keretanya airport link / BTS / MRT serupa tapi tak sama, namun manajemen dan pengelolaannya terpisah. Sehingga ditiap jalur kita terpaksa membayar terpisah-pisah. Selain itu kebijakannya juga berbeda-beda, contohnya: Aira yang tingginya 90 cm tidak berkewajiban bayar tiket saat naik airport link, tapi jika naik BTS sudah wajib beli tiket sendiri. Dan yang menyebalkannya lagi, jika tidak memiliki tiket langganan, maka semua pembelian tiket diharuskan menggunakan koin. Alhasil banyak orang yang mengantri di loket bukan untuk membeli tiket, tapi justru hendak menukarkan uang kertas menjadi koin. Lalu koin tersebut digunakan untuk membeli tiket sesuai harga yang tertera di automatic vending machine. Sungguh tidak praktis……eusa_snooty

Bangkok-Metro-System-Map-MRT
Bangkok Metro System Map

Well, let’s continue the story. Kami sengaja turun di stasiun Siam untuk mengunjungi mall MBK, sembari mencari sarapan. Stasiun Siam ini terintegrasi dan saling berdekatan dengan mall-mall besar, yakni Siam Paragon, Siam Square One, Central World dan Mall MBK. Berdasarkan hasil quick sightseeing: Di dalam mall Siam Paragon terdapat Sea Life Bangkok Ocean World dan museum Madame Tussaud. Selain itu barang yang dijual tergolong branded dan mahal-mahal. Kalau Siam Square One kebanyakan menjual barang elektronik. Sementara jika Mall MBK merupakan salah satu mall favorit turis Indonesia di Bangkok karena menjual barang-barang fashion dan souvenir dengan harga miring dan tergolong ramah untuk turis muslim. Kalau mall Central World tidak tahu, karena tidak sempat dikunjungi. Berhubung masih kepagian, kebanyakan pertokoannya belum pada buka. 26375_1376468102533_1556781579_942604_3105018_a

Siam Paragon - MBK - Siam square
Siam Paragon – MBK – Siam square

Tapi alhamdulillah restoran halal Yana yang berada di dalam mall MBK sudah buka, sehingga kami bisa sarapan merangkap makan siang disana.26375_1376456342239_1556781579_942491_2777821_n

Breakfast at Yana Restaurant MBK
Breakfast at Yana Restaurant MBK

Setelah isi perut, perjalanan dilanjutkan dengan naik BTS Silom line dari stasiun Siam menuju stasiun Saphan Taksin. Dibawah stasiun ini persis terdapat Sathorn Central Tier, tempat pelabuhan boat Chao Phraya Express yang memiliki berbagai rute. Website resmi Chao Phraya Ekspress dapat dilihat disini.

chao phraya express boat route
chao phraya express boat route

Agar tidak wira-wiri, tujuan pertama yang kami kunjungi adalah wat Arun. Untuk menuju kesana, kami naik kapal berbendera orange dengan tarif yang murah (15 baht) dan turun di Tha Tien tier, lalu disambung dengan kapal penyebrangan ke Wat Arun. Tidak perlu membeli tiket untuk naik kapal, karena tarif akan ditarik saat penumpang berada didalam kapal.

**Sekedar tips, hati-hati saat memilih antrian di semua tier, ada jalur yang khusus perahu turis berbendera biru dan ada yang reguler berbendera kuning / orange / hijau.

Cruising at Chao Phraya
Cruising at Chao Phraya

Saat tiba di Wat Arun, sayangnya sedang dalam renovasi. Semua pagodanya tampak dikurung oleh steger, sehingga turis dilarang naik ke atas pagodanya. Jadi penasaran seperti apa didalamnya….. Berhubung tidak bisa naik ke atas, jadi ya kami berkeliling saja disekitar ordinary hall-nya yang sangat megah dan melihat patung budha duduk yang jumlahnya sangat banyak mengelilingi kuilnya. Berhubung cuaca sangat puaaanas, berjalan kaki jauh rasanya menjadi capek banget…. Untungnya ada kantin yang menjual es kelapa segar dan buah semangka. Jadi melipir dulu deh sembari nunggu kapal penyebrangan.mky_02

Wat Arun
At Wat Arun

20160215_135035_HDR

Setelah menyeberang kembali ke Tha Tien Tier, kami berjalan kaki menuju ke wat pho. Saat melangkah keluar tier, ada sebuah toko minuman jus buah yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Warnanya orange kemerahan, agak sedikit berduri kulitnya dan kalau dipegang agak kenyal. Karena penasaran, tentu saja kami coba jusnya yang terbuat dari buah yang bernama momordica ini….. Dan rasanya…… brrrrr….. kuecuuttt euy….. tapi seger dan bikin mata melek kembali….. big_smile

Jus buah momordica
Jus buah momordica

Selain sebagai kuil tertua dan terbesar di Bangkok, Wat Pho menjadi destinasi wajib kunjung karena memiliki patung Budha tidur (Reclining Buddha) terpanjang di Thailand. Untuk memasuki area kuil ini pengunjung diwajibkan membeli tiket 100 baht / orang dan dapat bonus air mineral ukuran kecil. Sebelum menuju ke patung budha tidur, pengunjung diarahkan ke museumnya terlebih dahulu. Disana terdapat tempat umat budha berdoa dan membaca peramalan nasibnya berdasarkan hasil stik yang keluar setelah dikocok-kocok. Banyak pengunjung yang duduk bersila dan iseng mencoba meramal nasibnya disini.eusa_think

Inside of Wat Pho
Inside of Wat Pho

Tempat berikutnya adalah hall tempat patung budha tidur. Pengunjung diberikan tas tenteng untuk menyimpan sepatunya, karena dilarang memakai alas kaki untuk memasuki area ini. Didalamnya terdapat patung budha tidur yang berlapiskan emas megah dan super besar. Saya mencoba mengabadikannya menggunakan kamera secara utuh tapi gagal terus karena saking panjangnya. Disisi kanan dan kiri kuil terdapat terdapat puluhan mangkuk perunggu yang melambangkan sifat-sifat keberuntungan Budha, sehingga menjatuhkan koin di mangkuk ini dipercaya dapat membawa keberuntungan. Saya perhatikan banyak juga turis asing yang niat bawa koin segambreng ke kuil ini dan memasukkan koin tersebut ke mangkoknya satu per satu.eusa_think

At Wat Pho
At Wat Pho

Selain sebagai tempat ibadah, rupanya wat pho juga digunakan sebagai sekolah umum, pusat pengobatan tradisional dan sekolah pemijatan. Satu hal yang saya tidak sangka lagi, ternyata area kuil ini sangat besar sekali.26375_1376448222036_1556781579_942416_3021269_a Percaya atau tidak, tapi kami beneran tersesat didalam sana selama hampir sejam lebih mencari jalan keluar. Mungkin karena terlalu dalam eksplorasinya, sehingga lupa rute baliknya. Akses pintu keluar masuk yang dibuka hanya 2, sisi utara dan selatan. Berhubung ittenary setelah ini adalah Grand Palace, tentu saja kami berusaha kembali ke gerbang utara…. Walhasil terpaksalah kami tawaf mengelilingi kuil ini dari ujung ke ujung di tengah cuaca terik 38 derajat celcius.26375_1376409701073_1556781579_942190_1419031_a  Ditengah keputus asaan mencari pintu keluar, tiba-tiba terdengar bel pulang sekolah dan anak-anak langsung berhamburan keluar. Kemudian datanglah security dan membukakan gerbang barat yang awalnya dikunci…… Finally kami bisa keluar dari kuil ini…! 26375_1376468822551_1556781579_942622_7157114_n

Berhubung sudah pukul 15.15, kamipun bergegas berjalan kaki menyusuri pinggiran sungai chao phraya untuk menuju ke grand pallace. Lokasi Grand Pallace sebetulnya berada diseberang Wat Pho, namun sayangnya meski memiliki banyak pintu, hanya pintu gerbang utara saja yang dibuka. Sepintas terlihat dekat, namun ternyata jauh untuk dijangkau dengan berjalan kaki. Sempat baca blog traveler yang mengatakan last entrance ke grand pallace terakhir adalah jam 16.00, tapi faktanya jam 15.40 saja kami sudah tidak boleh masuk.26375_1376456262237_1556781579_942489_7420854_a Dengan langkah gontai, terpaksa deh batal mengunjungi istana grand pallace karena mengingat besok sudah waktunya kembali ke Indonesia. Suasana hati menjadi bete sebab kehilangan banyak waktu sia-sia saat nyasar didalam Wat Pho…..  icon_bang_head

Grand Pallace
Grand Pallace

Berhubung hari masih terang, rugi rasanya jika kembali ke hotel. Destinasi wisata terdekat selain Grand Pallace sebetulnya adalah khao san road. Tapi berhubung kaki sudah pegal, kami memilih ke Asiatique sajalah. Kamipun berjalan kaki sedikit ke Tha Chang Tier dan naik kapal ke sathorn tier. Kebetulan saat itu banyak sekali rombongan turis tiongkok, sehingga suasana antrian didalam tier sangat padat. Tadinya berharap naik kapal berbendera orange, tapi karena saking ramainya, para penumpang diarahkan naik kapal berbendera apapun yang datang duluan oleh petugasnya. Apesnya di akhir antrian kami, yang datang adalah kapal berbendera biru yang notabene tarifnya 2x lebih mahal (30 baht/orang).26375_1376468742549_1556781579_942620_7725584_n Bedanya dengan kapal berbendera orange adalah ukuran perahu berbendera biru lebih besar dan ada tour guidenya selalu bercerita sepanjang perjalanan.

At the blue flag tourist boat
At the blue flag tourist boat

Setibanya di Sathorn tier, kami mengambil antrian free shuttle boat menuju Asiatique yang dibuka mulai pukul 16.30. Tidak lebih dari 10 menit, boatnya sudah tiba di Asiatique. Seperti biasa, aktivitas paling menarik di sore hari disini adalah menikmati keindahan sunset di tepi sungai. Banyak pengunjung yang asyik duduk santai dan bercengkrama baik sendiri maupun bersama pasangan, teman-teman maupun keluarganya.

Shopping time at Asiatique
Shopping time at Asiatique

Kali ini kami benar-benar mengeksplorasi Asiatique secara penuh dari ujung ke ujung sembari mencari oleh-oleh. Setelah survey sana sini di berbagai pasar terkemuka di Thailand, menurut kami yang termurah adalah disini. Sementara istri sibuk hunting berbelanja, saya dan Aira pun sibuk nyicipin jajanan sekitar.26375_1376448262037_1556781579_942417_2227218_a Jam 19.30 malam, kami pulang ke Pratunam melalui rute yang sama seperti keberangkatan kesini. Makan malamnya juga ditempat yang sama seperti kemarin malam. Setelah itu jalan-jalan lagi di night market sekitar hotel sembari mencari tambahan oleh-oleh, lalu kembali ke hotel untuk beristirahat.

Dinner Cruise in Bangkok
Dinner Cruise in Bangkok

 Seiring dengan maraknya wisatawan ke Thailand, sungai Chao Phraya memang telah disulap menjadi berbagai atraksi wisata. Sebetulnya aktivitas lain yang menarik untuk dinikmati di sungai ini adalah dinner cruise. Kita akan diajak berkeliling dan menikmati keindahan suasana sungai Chao Phraya di malam hari sembari makan malam dan mendengarkan live music atau menonton tarian traditional diatas kapal besar.amor Saya pribadi sudah pernah mencobanya saat menyusuri sungai Haihe di Guangzhou China. Dan memang rasanya sangatlah unik dan menarik. Sangat cocok bila dinikmati bersama pasangan, karena suasananya terasa romantis. Kita bisa menikmati makan malam diatas kapal, ditemani oleh hembusan angin malam yang lembut dan menyegarkan, sambil melihat keindahan gemerlapnya cahaya bangunan, jembatan dan gedung disekitar sungai. Menurut saya pribadi, pencahayaan kota Bangkok terasa kurang gemerlap di malam hari dibandingkan dengan kota Guanzhou. But still, it’s worth to tried in our next trip to here someday…….  26375_1376443901928_1556781579_942362_6433508_a

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *