Mudahnya mengurus Visa Waiver Jepang

Apakah mudah mengurus sendirian pengajuan visa jepang? Pertanyaan tersebut muncul setelah berbulan-bulan setia dan sabar menunggu keberangkatan ke Jepang di bulan April 2017. Tiket pesawat dan reservasi apartemen di Jepang sih sudah beres. Jadi tinggal tahap terakhir dari pesiapan, yakni pengurusan Visa Jepang. Sempat timbul keraguan apakah lebih baik urus Visa sendiri atau melalui travel agent…. Tapi setelah mengetahui rata-rata travel agent meminta fee 100 – 200 ribu per aplikasi Visa, tentunya saya memilih mencoba mengurus sendiri saja dulu. Soalnya rencananya ke Jepang kan bawa 1 batalyon, alias 5 pax, jadi lumayan juga jika dikali 5 orang.

Di awal bulan Februari 2017, saya naik kendaraan umum ke kedutaan besar Jepang yang berlokasi persis di sebelah Plaza Indonesia. Sengaja naik kendaraan umum, karena tidak ada parkiran kendaraan disana. Yang terdekat ya paling parkir di dalam mall Plaza Indonesia. Tapi jika MRT sudah selesai, kita tinggal turun di stasiun subway bundaran HI, karena lokasi stasiunnya persis di depan kedutaan Jepang. Entah kebetulan atau tidak, tapi mungkin terkait dengan investor MRT yang berasal dari Jepang. hehe2…..

Dari referensi yang saya dapatkan, ada 2 jenis visa untuk turis, yakni visa turis berbayar bagi pemilik passport biasa dan visa waiver gratisan bagi pemilik e-passport. Alhamdulillah keluarga saya sudah punya e-passport semua, sehingga tinggal apply visa waiver saja. Infomasi lengkapnya silakan buka website resminya –> http://www.id.emb-japan.go.jp/visa.html

Proses pengajuannya pun sangat mudah dan cepat prosesnya. Untuk proses pengajuan visa dibuka dari hari senin hingga jumat, pukul 09.00 – 12.00 dengan urutan sebagai berikut:

  1. Datang ke pos security kedutaan Jepang. Nanti petugas keamanan akan memeriksa semua barang bawaan kita, lalu kita dipersilakan masuk jalur antrian.
    Nah ternyata antriannya cukup panjang lho….. Katanya semenjak Jepang memberikan fasilitas bebas Visa untuk WNI pemilik e-Passport, turis dari Indonesia membludak berkali-kali lipat. Kurang lebih saya antri  memakan waktu 30 menit untuk masuk ke gedung.

    Antrian diluar gedung
  2. Setelah melewati pintu besinya, kita diminta menyerahkan KTP ke pos security dan diganti dengan kupon penitipan KTP.
  3. Masuk ke ruang mesin scanning barang-barang bawaan kita.
  4. Jalan menuju mesin tiket dan ambil nomer antrian.
  5. Isi aplikasi pengajuan Visa.
    Agar tidak repot, sebaiknya download dulu aplikasinya secara online dan isi semua datanya di rumah. Sehingga kita tidak perlu lagi cari pinjaman pulpen demi mengisi data aplikasi.
    Untuk Visa biasa, ada banyak sekali formulir yang harus diisi, seperti data personal dan rute perjalanan. Selain itu juga dokumen yang perlu dilampirkan juga banyak, mulai dari passport asli, rekening koran tabungan 3 bulan terakhir, fotokopi tiket pesawat & hotel, surat keterangan dari bank / perusahaan, pas foto ber background putih, dan lain sebagainya.
    Tapi untuk pengajuan Visa Waiver, cukup hanya mengisi selembar kertas tanpa perlu membawa dokumen apapun termasuk pas foto. Cukup bawa passport asli saja. 
    Oh ya, pengajuan visanya bisa diwakilkan, tapi jangan lupa membawa surat kuasa jika tidak satu keluarga antara yang berangkat dan yang mengajukan.
    ** Informasi lengkap untuk pengajuan visa kunjungan wisata Jepang biasa –> http://www.id.emb-japan.go.jp/visa_7.html
    ** Informasi lengkap untuk pengajuan visa waiver Jepang –> http://www.id.emb-japan.go.jp/news14_30.html
  6. Duduk manis di ruang tunggu hingga dipanggil ke loket. Selama berada diruang tunggu, kita dilarang menelpon dan mengambil foto apapun. Kalau ketauan pasti langsung dihampiri petugas security….
  7. Begitu nomer antrian muncul di layar tv panggilan, datang ke loket, lalu menyerahkan passport asli dan dokumen pelengkap. Kalau pengajuan visa waiver sih tidak sampai 3 menit juga langsung dikasih kupon pengambilan visa yang akan selesai H+1, alias besoknya.
  8. Keluar ruangan dan balik ke pos security untuk ambil KTP kita, lalu pulang.

Total waktu yang dibutuhkan saat pengajuan aplikasi visa adalah 1 jam, tergantung antrian.

Besoknya saya datang kembali saat jam istirahat makan siang, karena memang untuk pengambilan visa adalah hari senin hingga jumat, pukul 13.00 – 15.00. Tadinya saya berpikir jika proses pengambilan visa akan lebih cepat daripada pengajuan…. Dan ternyata salah besar…. haha2….  Justru saya membutuhkan waktu hampir 2.5 jam untuk mengambilnya. Mungkin karena banyak yang tidak segera mengambil visanya yang telah jadi, sehingga numpuk semua dihari tersebut. Alhasil baru tiba di gedung kedubes jepang aja sudah  lihat antrian super panjang seperti mau naik roller coaster di dufan. 

Urutan proses pengambilan visa kurang lebih sama dengan pengajuan. Bedanya hanya tidak perlu bawa dokumen apapun lagi selain kupon pengambilan. Setelah sejam lebih dijemur di antrian depan gedung, lalu tidur tidur2 ayam di dalam ruangan tunggu, akhirnya nomer panggilan saya pun tiba. Datang ke loket dan alhamdulillah dapat stiker visa waiver di e-Passport yang berlaku selama 3 tahun.

Jadi buat teman-teman yang mau liburan ke Jepang, lebih baik urus sendiri aja yah visanya……super gampang kok!!

 

4 Comments Add yours

  1. Dita says:

    Haii.. Mau tanya kalo urus visa waiver untuk keluarga dalam 1 kartu keluarga apa harus membuat surat kuasa jg? Atau cukup bawa kk saja? Trim sblmnya.

    1. Akthuro says:

      pembuatan visa waiver dalam 1 KK tidak diperlukan surat kuasa jika yang datang ke kedubes Jepang adalah salah satu dari anggota KK. Namun jika yang datang kesana adalah orang lain (diluar KK), maka diperlukan surat kuasa. Semua proses pengurusannya cepat dan mudah kok kalau diurus sendiri, yang lama hanya antriannya saja.

  2. Egie says:

    Hallo…
    Kalo sekarang urus visa waiver di kedubes jepang masih bisa diwakilkan ? Saya mau urus visa anak saya..
    Thx

    1. Akthuro says:

      Hai Egie,
      Pengurusan visa waiver bisa kok diwakilkan oleh siapa saja. Yang penting siapkan surat kuasa bermaterai, kecuali jika yang ngurus masih anggota keluarga dalam 1 Kartu Keluarga maka tidak diperlukan surat kuasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *