Itinerary liburan ke Jepang 11 hari 10 malam

Jepang adalah salah satu negara modern dan maju, namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebudayaannya. Tak heran nilai kunjungan wisatawan ke negaranya tiap tahun meningkat drastis. Ada begitu banyak tempat wisata sangat menarik untuk dikunjungi dan sungguh terasa sayang jika dilewatkan. Tapi dilemanya bagi semua turis adalah waktu liburan yang terbatas, sementara nafsu untuk melihat sana sini begitu besar. Termasuk saya yang pusing saat membuat itinerary liburan kali ini. Mungkin boleh dibilang, trip ke Jepang adalah yang tersulit dan paling menantang dari pengalaman backpackers saya. Selain memilih sedemikian banyaknya tempat wisata yang menarik disana dalam waktu traveling yang begitu singkat, adalah biaya perjalanan yang begitu mahal. Apalagi saya tipe selalu mengajak keluarga tercinta saat setiap kali berpegian, sehingga budget sudah pasti membengkak jika dikalikan dengan jumlah peserta. Jadi boleh dibilang, trip kali ini adalah liburan termahal yang pernah saya jalani karena Jepang merupakan salah satu negara yang memiliki biaya hidup tertinggi didunia.


Perjalanan liburan keluarga kali ini memiliki durasi 11 hari 10 malam, dimana hari pertama dan terakhir sudah dihabiskan oleh perjalanan Jakarta ke Tokyo & Osaka ke Jakarta. Sebetulnya nilah kesalahan terbesar saya yang kurang banyak menggali informasi liburan ke Jepang sebelum membeli tiket pesawat. Seharusnya saya memilih perjalanan pulang pergi Tokyo saja atau Osaka saja, tidak perlu berangkat tokyo dan pulang osaka.  Karena jika membawa keluarga, khususnya anak kecil, jika ingin menghemat budget tidak perlu melakukan perjalanan antar kota seperti Tokyo – Osaka. Tiket kereta shinkanzen ataupun bis dari tokyo ke osaka atau sebaliknya sangatlah mahal. Lebih enak jika waktu liburan anda singkat dan budget terbatas adalah memilih salah satu kota saja, seperti Tokyo dan sekitarnya, atau Osaka dan sekitarnya, atau Hokaido dan sekitarnya. 1 area kota saja sudah ada begitu banyak tempat asyik untuk dieskplorasi dan dinikmati secara perlahan selama seminggu. Jika terlalu banyak kota yang dipilih, tentu fisik akan lebih capek dan tidak bisa enjoy karena harus pindah dari satu tempat ke tempat lain begitu cepat. Selain itu juga harga tiket 1 day pass kereta di dalam 1 wilayah itu jauh lebih murah dibandingkan dengan tiket antar kota. Sebagai contohnya seperta 1 day tokyo subway metro pass seharga 1200 yen, kita bisa naik kereta subway atau metro di tokyo, atau 2 day osaka amazing pass seharga 3000 yen dimana kita selain bebas naik kereta subway, bebas juga masuk berbagai tempat wisata menarik yang dicover oleh pass ini.

2 day osaka amazing pass

But the show must go on….. tiket pesawat sudah terlanjur dibeli. Saatnya men siasati rencana liburan kali ini yang efektif dan efisien agar bisa dinikmati tanpa membuat budget membengkak lebih banyak.
1. Memilih tempat penginapan yang hemat.

Salah satu syarat terpenting bagi seorang backpackers adalah memilih tempat penginapan yang sedekat mungkin dengan public transportation. Sayangnya semua hotel di Jepang memang terbukti mahal saat saya berburu hotel di Agoda. Kalaupun murah, biasanya lokasinya kurang strategis atau agak jauh di pinggiran kota, sehingga membutuhkan biaya & waktu extra untuk naik kereta subway / metro-nya menuju ke tengah kota, dimana Rata-rata objek wisata yang menarik berada. Selain itu jika rombongan besar seperti saya (2 dewasa & 3 anak), tentu membutuhkan family room dengan 2 queen bed yang harganya selangit namun tidak semua hotel memilikinya, atau terpaksanya memesan 2 kamar double bed. Hotel / ryokan di Jepang tergolong ketat untuk urusan jumlah orang yang menginap. Jadi dijamin biaya menginap akan membengkak.

Apartemen Shinjuku via airbnb

Alternatif lain yang bisa menghemat separuh anggaran menginap adalah memesan apartemen di airbnb. Selain lebih hemat karena 1 unit memiliki banyak kasur, rata-rata apartemen biasanya memilki dapur untuk memasak. Beberapa diantaranya bahkan memiliki mesin cuci lengkap dengan dryer-nya, sehingga kita tidak perlu membawa banyak baju ganti. Koper akan terasa lebih ringkas dan ringan. Sebelum memesan apartemen, disarankan untuk memulai pembicaraan terlebih dahulu dengan host pemilik apartemen agar kita bisa bertanya lebih detil mengenai unitnya. Saya akan mereview 2 apartemen hunian yang saya sewa di Shinjuku & Shin-Osaka nanti sepulangnya dari Jepang.

2. Memilih transportasi yang efisien.
Berhubung perjalanan saya harus menempuh 2 kota besar dan sekitarnya, tentu pilihan membeli JR Pass 7 days seharga 29.110 untuk dewasa & 14.500 yen untuk anak adalah pilihan yang masuk akal. Karena harga tiket shinkanzen one way dari Tokyo ke Osaka saja sudah seharga +/- 13.000 yen atau setara dengan 1.5 jutaan. Ada sih alternatif menggunakan bis malam yang lebih murah 4.500 – 6.500 yen, tapi rasanya akan kurang nyaman jika membawa anak-anak berusia dibawah 8 tahun karena semalaman akan dihabiskan didalam bis. Repot jika mereka ingin pipis, muntah, lapar atau apapun.

Macam-macam JR Pass

tokyo subway tiket

JR Pass yang saya beli hanya berlaku 7 hari, jadi saya mencoba memaksimalkan penggunaannya untuk kereta jarak jauh agar menguntungkan. Lebih lengkapnya bisa dilihat dari artikel saya tentang JR Pass sebelumnya. Kekurangan 2 hari yang tidak tercover oleh JR Pass, saya memanfaatkan Tokyo 1 day pass untuk hari pertama dan pembelian tiket retail di hari kedua.

3. Memilih tempat wisata yang banyak gratisan
Di Jepang semua serba komersil. Masuk kuil saja wisatawan akan dipungut biaya 400 – 600 yen per orang. Tapi ada juga sih beberapa tempat gratisan yang bisa dinikmati, seperti area pelabuhan, museum dan tempat belanja. Saya mencoba memilih tempat wisata yang sesuai untuk anggota keluarga saya dengan memasukkan berbagai unsur mulai dari kebudayaan, permainan, pengetahuan dan teknologi, hingga belanja. Jepang adalah negara maju, tentu fasilitas museum merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Jadi selain hura-hura, anggap aja trip kali ini merupakan wisata edukasi untuk anak-anak…

  • Theme park:   Disneyland & Sanrio Puroland Tokyo, Snow park di Gala Yuzawa
  • Museum:  National sciense & historical museum di Ueno park, Water science & Miraikan Museum di Odaiba, fire brigade museum di Shinjuku & museum kereta api di Saitama
  • Taman:  Ueno park, Yoyogi park, Tokyo tower, & Shiba park di Tokyo, dan Nunnibiki park di Kobe
  • View:  Danau Kawaguchi & gunung Fuji, Arashiyama di Kyoto
  • Pelabuhan:  Minatomirai port di Yokohama & Kobe harborland di Kobe
  • Culture:  Kuil Asakusa & kuil meiji di Tokyo, Gion, fushimi inari & kuil kyomizudera di Kyoto, kuil Nara di Nara
  • Shopping:  Harajuku, Shinjuku & Shibuya di Tokyo, Universal city walk, Umeda & Shinsaibashi di Osaka

Satu lagi tantangan penyusunan itinerary ke Jepang, yakni jam operational tempat wisata kebanyakan baru dibuka jam 10 siang hingga jam 5 sore. Rata-rata toko disana juga mulai tutup diatas jam 7 malam. Mungkin karena tradisi orang jepang yang sering menghabiskan waktu sepulang kerja dengan hang out bersama teman-temannya, karena rata-rata restoran disini tutup jam 23.00. Jadi rute perjalanan harus bisa disusun se-efektif mungkin agar bisa meraih sebanyak mungkin dalam tempo terbatas.

4. Mengurangi biaya makan dengan memasak

Siapa sih yang tidak ingin wisata kuliner. Namun sepertinya keinginan ini terpaksa harus diredam karena harga makanan di jepang sangatlah muahalll….  😥 Seporsi ramen saja paling murah seharga 750 yen. Belum lagi resiko tingkat kehalalan yang meragukan, karena mayoritas penduduk Jepang bukan muslim. Rata-rata ramen disana tidak halal, jadi harus banyak mencari info seputaran makanan halal sebelum berangkat. Selain itu, terkadang restoran di Jepang mempunyai menu makanan yang berbeda untuk siang dan malam, dengan harga yang berbeda pula. Tidak seperti di Indonesia yang rata-rata restorannya buka dari jam 10 siang sampai dengan jam 9 malam, di Jepang jam operational restorannya sebagian besar terbagi menjadi 2, yakni siang 11.00 – 14.00 dan buka lagi sore jam 17.00 – 23.00.

Jadi dilemanya adalah jika kita menghabiskan waktu 1 – 2 jam untuk berburu makan siang di restoran halal yang kebanyakan lokasinya agak jauh dari stasiun kereta, maka waktu jalan-jalan untuk mengekplorasi tempat wisatanya juga akan berkurang, karena jam operational yang kebanyakan tutup jam 5 sore. Sementara jika memilih berburu kuliner di malam hari, harganya akan lebih mahal daripada siang. Jadi win-win solutionnya buat saya adalah membeli onigiri untuk sarapan pagi, memasak bekal untuk makan siang dan berburu kuliner di malam hari.  Saya memilih memaksimalkan kunjungan tempat wisata daripada kulineran.

Dan dibawah ini adalah itinerary liburan keluarga hasil karya saya untuk trip kali ini:

Dan tahap terakhir adalah…………………. BERDOA!!

Mudah-mudahan semua rancangan perjalanan ini bisa tercapai…… Aamiiinnnn…..

Stay tuned di blog saya ya guys…..

15 Comments Add yours

  1. Mohon infonya untuk kunjungan ke Jepang selama 11 hari, apakah itenary berikut memungkinkan untuk ditempuh? mohon masukannya, untuk transportasi pass apa saja yang perlu dibeli yang paling efisien, mengingat ada batasan waktu pass yang 7 hari.

    1. Akthuro says:

      Meski total liburan saya 11 hari, tapi sesungguhnya waktu efektifnya hanya 9 hari, karena hari pertama dan hari terakhir habis dipakai untuk perjalanan. Saya mencoba menyusun itinerary dengan mengkombinasikan tokyo 1 day pass di hari pertama untuk city tour tokyo, tiket keikyu line di hari kedua untuk ke Museum Doraemon & Sanrio Puroland, tiket JR retail di hari ketiga untuk ke disneyland, dan sisanya memakai JR Pass 7 hari yang saya beli. Sengaja JR Pass dipakai di 7 hari terakhir karena lebih efektif untuk perjalanan yang sifatnya jarak jauh. Detail perjalanan bisa dibaca di cerita liburan saya di blog berikutnya. ^_^

  2. Monica Mira says:

    Mohon info apartemen apa yg keluarga anda inapi saat itu? Terima kasih

    1. Akthuro says:

      Halo mbak Monica,
      Semua apartemen yang pernah saya tempati saat liburan di Jepang & Korea Selatan bisa dilihat dipostingan saya dibawah ini:
      http://www.kingjourneys.com/2017/04/24/asyiknya-memesan-apartemen-via-airbnb/
      Mudah2an bisa membantu.

  3. Yuli Setianingsih says:

    Hallo Pak Akthuro, salam kenal.
    saya yuli. saya tertarik dengan itinerary yang bapak buat.
    kakak saya ada rencana berkunjung ke jepang bulan Januari 2019.
    apakah boleh saya dikirimkan contoh itinerary nya yang bapak buat. dan mohon info apartemen murah sekitar tokyo.
    rute kendaraan dan harga yang pas dan murah untuk wisata bersama anak.
    kebetulan kakak saya pergi membawa dua anak (SD).
    kalau boleh tolong kirim ke email saya.
    terimakasih banyak sebelumnya dan maaf merepotkan 🙂

    1. Akthuro says:

      sudah saya kirim ke emailnya yah….
      mudah2an bisa membantu.^_^
      happy vacation.

  4. Rika says:

    Salam Kenal Pak Akthuro.
    Saya Rika. Tgl 15 sd 25 Nop 2018 saya dan suami mau ke Jepang tiba di Kansai, dan pulang dari Haneda. Bisa minta itinerarynya Pak ? Terima Kasih.
    Email saya rikanovita01@yahoo.com

    1. Akthuro says:

      Salam kenal juga mbak Rika. Maaf agak lama balas pertanyaannya karena saya habis kehilangan laptop, jadi hilang semua data-data. Tapi untuk itinerary lengkapnya bisa dilihat kok di blog saya ini: http://www.kingjourneys.com/2017/03/26/menyusun-itinerary-liburan-ke-jepang-11-hari-10-malam/. Silakan di klik saja. Semoga liburannya menyenangkan ya….

  5. Juri says:

    Minta tlg rekomendasi tempat penginapan di Japan, Cara jalan donk Dan makan halal

    1. Akthuro says:

      Semuanya bisa dilihat di semua artikel saya tentang jepang di blog ini. Monggo dibaca untuk menambah referensi perjalanan

  6. Andhika says:

    Malam kak….

    mohon pencerahannya untuk itenary day 5 (gala yuzawa)
    saya kok ga nemu ya?

    1. Akthuro says:

      maaf telat membalasnya. Itinerary ke jepang sudah saya update. silakan dibaca sebagai referensi perjalanan. mudah-mudahan bisa membantu. selamat berlibur.=)

  7. Iwan Kesuma says:

    Hai Pak Akthuro, salam kenal.
    Saya Iwan K dari Jakarta, saya tertarik sekali dengan itinerary yang bapak buat karena persis total hari dan rute yang ingin saya kunjungi.
    Saya akan ke Jepang pada awal Maret 2019 nanti. Apakah boleh saya dikirimkan contoh itinerary nya yang bapak buat dalam bentuk format excel, karena akan sangat membantu sekali bagi saya yang mau mengajak keluarga dan juag sekalian rute foto pre-wed di sana. Kalau boleh, minta tolong dikirim ke email saya.
    Terimakasih banyak sebelumnya.

  8. anthy says:

    Hai Pak, boleh dikirimkan contoh itinerarynya ke email saya:
    gusyanita.carvianthy@gmail.com

    Terima kasih banyak atas bantuannya

    1. Akthuro says:

      maaf mbak anthy, file excel-nya hilang. Tapi secara keseluruhan sudah lengkap kok di blog saya ini, tinggal diikuti saja. terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *