JR Pass untung atau rugi?

Setiap wisatawan yang akan berangkat ke Jepang pasti selalu akan bertanya apakah untung atau rugi jika membeli JR Pass, karena harganya yang tergolong tidak murah. Buat yang belum tau, JR Pass adalah kartu pass khusus untuk turis yang diterbitkan oleh perusahaan kereta JR dengan pilihan durasi 7 hari atau 14 hari atau 21 hari. Dengan kartu pass ini kita bebas naik kereta apapun dari perusahaan kereta JR, mulai dari kereta lokal, rapid, limited express hingga shinkanzen, kecuali shinkanzen Nozomi. Info lebih lengkap bisa baca langsung di website resminya. Banyak yang bilang kalau JR Pass baru terasa menguntungkan jika kita melakukan perjalanan pulang pergi antar kota yang berjarak jauh, seperti contohnya Tokyo – Osaka – Tokyo, atau Tokyo – Hokaido – Tokyo, dan tidak menguntungkan jika melakukan perjalanan one way. Benarkah demikian? 

Aneka macam JR Pass yang saya beli

Saya membeli 7 days JR Pass ordinary class seharga 29,110 yen untuk dewasa, atau senilai dengan 3.4 jutaan dan 14,500 yen untuk anak, atau senilai 1,75 jutaan. Kebetulan si bungsu Aira masih berusia dibawah 6 tahun, jadi gratis….  Harga JR Pass ini sendiri boleh dibilang sudah senilai tiket pesawat pulang pergi Jakarta – Tokyo & Osaka – Jakarta milik kami. Jadi kalau ditotal mungkin dah senilai tiket ke eropa yah? 

Berdasarkan rencana perjalanan yang telah dibuat sebelumnya, saya coba simulasikan harga tiket kereta JR dari masing-masing perjalanannya.

Rancangan perjalanan JR

Dari rancangan saja diatas sudah tampak penghematannya. Dan harus diakui kalau tiket termahal adalah perjalanan antar kota dengan menggunakan shinkanzen.

Shinkanzen Max Takigawa

Selain itu juga, selama perjalanan ke Jepang kemarin, kami beberapa kali ketinggalan jadwal kereta shinkanzen. Atas saran beberapa blogger, katanya lebih baik reserved tiket shinkanzen 1 hari sebelum perjalanan di midori no madoguchi agar mendapatkan jaminan tempat duduk selama perjalanan. Namun aktualnya, sungguh sangat sulit mengejar waktu sesuai jadwal tiket yang sudah dipesan. Jangankan mengejar jadwal tiket kereta, mencapai target perjalanan sesuai itinerary aja sudah sangat susah….

Ada banyak faktor yang mengakibatkan kegagalan kami mengejar waktu:

  1. Banyak spot-spot menarik di sekitar tempat wisata di Jepang, sehingga sering lupa waktu karena keasyikan mengeksplorasi area tersebut.
  2. Stasiun kereta di Jepang tergolong besar-besar dan terintegrasi dengan shopping arcade. Sehingga membutuhkan waktu jalan kaki yang ekstra jika hendak pindah platform. Apalagi jika perpindahan dari kereta non-JR ke JR, atau dari shinkanzen ke jalur kereta lokal yang jarak antar platformnya biasanya cukup jauh.
  3. Jalur kereta Jepang sungguh memusingkan. Karena meski jalurnya sudah sesuai dengan keterangan lane di website hyperdia.com, namun ternyata jalur tersebut dilewati oleh berbagai jenis kereta, seperti local / rapid / limited express / express. Kita harus membaca lebih teliti papan petunjuk kereta yang ada di stasiun dan di sisi atas kereta-nya sendiri. Warna kereta tidak bisa menjadi jaminan, karena seringkali warna berbeda dengan jenis rute kereta. Alhasil beberapa kali kami nyasar salah kereta. Kebanyakan sih bukan karena salah jalurnya, tapi salah jenis keretanya yang ternyata tidak berhenti di stasiun yang dituju.
  4. Di musim semi bulan April, ternyata Jepang sering hujan. Sehingga beberapa kali terpaksa mengubah rencana perjalanan demi menghindari hujan. Salah satunya adalah membatalkan tiket reserved pulang pergi ke Gala Yuzawa yang sebetulnya direncanakan berpergian di hari ke 4, namun terpaksa dirubah ke hari 5 karena hujan.

Alhasil karena semua pesanan tiket shinkanzen kami gagal dinaiki, maka terpaksa kami naik kereta berikutnya yang kursinya unreserved. Ternyata meski unreserved, kursi kosong di gerbong unreserved itu cukup banyak, jadi gak pernah kami kehabisan kursi selama naik shinkanzen.

Ada 3 tiket reserved shinkanzen yang batal dipakai, yakni Shinkanzen Max Tanigawa untuk rute pulang pergi dari stasiun Tokyo ke Gala Yuzawa, dan Shinkanzen Hikari dari stasiun Tokyo ke Shin-Osaka. Sehingga jika ditambahkan kegagalan tersebut ke dalam simulasi harga tiket diatas, maka total aktual harga tiketnya membengkak menjadi 78,000 yen!!  Dan dengan JR Pass, saya hanya mengeluarkan uang sebesar 29,110 yen….. 

Aktual perjalanan JR selama di Jepang

Jadi kesimpulannya jika ditanya apakah JR Pass menguntungkan atau tidak? Buat saya pribadi, jawabannya adalah amat sangat menguntungkan….  Karena dengan JR Pass, kita bisa semena-mena naik kereta JR kemanapun, kapanpun dan dimanapun. Tidak perlu khawatir jika ketinggalan kereta, karena rata-rata jarak antar kereta lokalnya 2 – 5 menit dan shinkanzen rata-rata berjarak 10 – 15 menit, kecuali shinkanzen hikari yang berjarak 30 menit. So after took the real journey, we were really glad to have JR Pass….. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *