Jepang 2017: Tokyo Tower – Fire Brigade Museum – Sanrio Puroland – Daiso Tama Shop (Day 3)

Saat melihat website accuweather hari ini, sedih rasanya melihat cuaca hujan membasahi kota Tokyo . Hujan memang merupakan rahmat dari Allah, tapi kalau hujan saat liburan tentu memberikan kekecewaan tersendiri. Meski demikian, semangat jalan-jalan kami tidak kendur. Untungnya sang pemilik apartemen yang kami sewa ini menyediakan banyak sekali payung transparan di kamar dengan berbagai jenis ukuran dan diperbolehkan untuk dibawa keluar. 

Sehabis mandi, dandan dan sarapan, kamipun berangkat menuju ke ministore lawson yang berada di dekat apartemen. Sesuai itinerary hari ini adalah mengunjungi Fujiko F. Museum dan main seharian di Sanrio Puroland. Kebetulan keduanya merupakan wahana indoor, jadi enak gak akan terganggu hujan. Tiket untuk memasuki Fujiko F Museum, alias museum doraemon hanya bisa dibeli di toko Lawson dan tidak bisa dibeli langsung di tempat museumnya.

Setibanya di Lawson langsung deh ke mesin Loopi-nya dan bergulat dengan bahasa Kanji…. pencet sana sini sambil meraba-raba tulisan, akhirnya berhasil masuk ke menu pemesanan tiket museum. Tapi anehnya dari semua tanggal di bulan April, kok semua tanggalan di hari Selasa tidak available…..  Langsung panggil mas penjaga toko…. Dan ternyata setiap selasa itu museum Doraemon tutup untuk maintenance katanya…… hiksss……  Buyar deh rencana indah hari ini untuk melihat tokoh kartun kesayangan saya sewaktu kecil. Anak kecil mana yang tidak kepengen punya sahabat doraemon, robot kucing canggih dari masa depan yang memiliki segala peralatan di kantong ajaib dalam perutnya yang bisa membantu menyelesaikan segala permasalahan dan keinginan Nobita.

Next time visiting here

Tapi ya sudahlah, memang belum rezeki…. Salah juga sih gak baca lebih detail mengenai jam operasional museum doraemon ini di website resminya sebelum berangkat. Dengan hati kecewa (saya aja sih sebetulnya…….kalo anak-anak sih biasa aja karena beda generasi ), kami langsung menuju stasiun sambil tangan otak atik hp untuk menentukan alternatif tujuan perjalanan hari ini. Akhirnya dengan spontan kami memilih naik kereta subway Oedo Line dari stasiun Shinjuku menuju ke stasiun Akabanebashi untuk melihat Tokyo Tower.

Meski sudah memasuki musim semi, tapi ternyata pagi itu udara diluar cukup dingin (11 derajat) saat Tokyo mengalami hujan. Untungnya jaket kami model winter, jadi sangat membantu sekali menghadapi air dan angin dingin yang menusuk tulang…… Padahal sempat galau saat sebelum berangkat ke Jepang, karena di Uniqlo sudah menjual pakaian musim semi, sementara kami berencana ke tempat salju. Dengan pertimbangan menghemat bagasi, maka diputuskan membawa jaket winter beserta perlengkapannya di perjalanan liburan musim semi ini….

1. Tokyo Tower, 08.00

Begitu keluar dari stasiun Akabanebashi, hujan pun mulai turun dengan derasnya…. seakan menolak kedatangan kami. Meski sudah memakai long john dan jaket tebal, udara dinginnya tetap terasa menembus badan kami yang sedikit lemaknya…..  Tapi dengan semangat pantang menyerah, langkah kaki tetap melaju menuju Tokyo tower. Secara jarak sih sebetulnya dekat, tapi berhubung hujan jadi menghambat perjalanan. Sayangnya meski sudah berjalan menerjang hujan dan udara yang dingin, sesampainya di loket ternyata tokyo tower belum buka karena kami datang kepagian……  Sebelum kesini, sebaiknya baca dulu info lengkap tentang Tokyo tower di website resminya disini.

Tokyo tower merupakan tower pemancar siaran televisi yang berdiri sejak tahun 1957 dan merupakan bangunan tertinggi dijamannya sebelum digantikan oleh Tokyo Sky Tree setinggi 634 meter, atau nyaris 2x lipat lebih tinggi daripada tower berwarna merah ini. Selain untuk pemancar, tower ini juga digunakan untuk tempat wisata dengan tiket masuk 900 yen untuk dewasa dan 500 yen untuk anak-anak.

Malas menunggu akhirnya kami hanya berfoto-foto ria di bawah tower saja, lalu melanjutkan perjalanan ke stasiun Kamiyacho. Untungnya hujannya sudah mulai menipis, sehingga kami bisa jalan kaki santai sembari menikmati pemandangan sekitar. Dari stasiun Kamiyacho, naik kereta subway hibiya line menuju stasiun Kasumigaseki, lalu transit ganti kereta Marunouchi line ke stasiun Yotsuya-Sanchome.

2. Fire Brigade Museum, 09.15

Sebagai pengganti museum doraemon, saya mengajak anak-anak ke fire brigade museum di Shinjuku. Selain tiket masuknya gratis, asyiknya museum ini terintegrasi dengan stasiun Yotsuya-Sanome. Sehingga sangat membantu pengunjung yang ingin berkunjung di saat hujan seperti kami. Saat masuk, kami dijelaskan oleh ibu penerima tamunya untuk mulai menikmati museum ini dari lantai paling atas, lalu turun ke bawah. Tapi sebelum naik lift, kami menaruh payung kami di tempat penitipan payung yang canggih ini.

Meski secara fisik dari luar terlihat kecil, tapi ternyata gedung ini cukup luas juga karena memiliki 10 lantai.

Selain untuk museum, ternyata gedung ini juga merupakan kantor pemadam kebakaran beneran lho….. lupa persisnya di lantai berapa kantornya. Sebagai sarana edukasi mengenai pemadaman api, tentu saja dimuseum ini lengkap penjelasan asal muasal api, sejarah mengenai peralatan dan kendaraan pemadam api, prosedur memadamkan api hingga cara mencegah bahaya api. Sungguh luar biasa cara menjelaskan mereka bahaya api kepada anak kecil secara sederhana. Ada begitu banyak alat peraga didalam museum ini yang bisa digunakan oleh pengunjung, seperti movie room, alat pemadam api, mobil pemadam kebakaran, helikopter hingga ambulan. Selain itu ada diorama simulasi tentang bahaya kebakaran, cara mengatasinya hingga proses penangannya. Meski terkendala bahasa, namun anak-anak secara visual bisa memahaminya. Asyiknya lagi, disediakan pakaian pemadam kebakaran bagi anak kecil untuk berfoto ria. Museum ini tergolong menyenangkan karena secara tidak langsung menjelaskan profesi dari petugas damkar, serta menanamkan tindakan pencegahan bahaya kebakaran sedari dini kepada anak-anak.

Oh ya, sebaiknya membawa bekal makan siang karena tidak ada kafetaria disini, hanya ada ruang kantin untuk pengunjung dan karyawan damkar. Namun tersedia air minum refill gratis dan vending machine untuk minuman. Di lantai paling atas sebetulnya ada ruang observatory dimana terdapat helikopter damkar, namun sayangnya sedang ditutup karena hujan.

3. Sanrio Puroland, 12.30

Sebagai negara asal muasal dari Hello Kitty, tentu wajib dong hukumnya mengunjungi rumahnya, apalagi kalau punya 2 anak perempuan seperti saya. Tempat ini sudah di request mereka sejak jauh-jauh hari sebelum berangkat. Padahal sih tahun lalu sudah pernah ke Sanrio Town di Johor Bahru, tapi katanya Sanrio Jepang lebih luas dan bagus daripada Johor. Untuk menuju lokasi ini, kami naik subway Marunouchi line ke stasiun Shinjuku, lalu ganti kereta keio line ke chofu, lalu transit ganti kereta ke stasiun Tama-Center. Total durasi perjalanan kereta kurang lebih sejam. Dari stasiun tinggal berjalan kaki 10 menit menuju Sanrio Puroland.

Tiket masuk Sanrio Puroland jika beli di tempat harganya mahal, yakni 3300 yen untuk dewasa & 2500 yen untuk anak-anak. Untungnya saya membeli tiketnya di Klook, sehingga bisa dapat harga diskon menjadi 250.000 rupiah untuk dewasa / anak, atau sekitar 2080 yen saja. Di website ini ada banyak promo untuk aneka theme park / atraksi / travel deals yang populer di berbagai belahan dunia. Bagi yang penasaran and ingin mendapatkan diskonan juga bisa buka websitenya KLOOK disini. Sebelum kesini, sebaiknya cek dulu hari operasionalnya di website resminya Sanrio.

Begitu memasuki negeri dongeng ini langsung deh disambut oleh Batz Maru…… Setelah menaruh payung di rak payung yang canggih dan sewa loker untuk menyimpan tas, kami langsung turun ke bawah. Sanrio Puroland merupakan theme park indoor bertemakan hello kitty, my melody, batz maru, keropi, dan lain sebagainya. Jika dibandingkan dengan Sanrio town di Johor bahru, disini dekorasi-nya benar-benar bagus banget dan luas seperti negeri dongeng. Selain itu jika di Johor lebih mengutamakan aktivitas, maka disini lebih mengutamakan show atau live event. Hampir tiap jam ada aja show-nya yang sangat interaktif dengan pengunjung.

Saat kami datang kebetulan sedang ada salah satu live show yang sedang berlangsung.

Area pertama yang dijelajahi adalah wahana character boat ride yang berada di lantai 2. Antriannya lumayan panjang juga, hampir 30 menit…… Boatnya unyu-unyu banget euy, dengan dekorasi patung Hello Kitty, My Melody dan Batz Maru.  Boat ride ini rupanya semacam wahana Istana boneka di Dufan, dimana kita diajak untuk melihat boneka-boneka Sanrio dengan berbagai macam tema. Tapi tracknya tidak sekedar lurus saja mengikuti jalur, melainkan ada naik dan turunnya juga. Boat Ride ini dibagi menjadi beberapa segmen sesuai dengan tokohnya dan setiap pergantian segmen ditandai dengan gerbang.

Setelah turun dari boat ride, kami mulai turun untuk menjelajahi area bawah dan masuk ke tempat boneka-boneka pembuat roti dan jus. Menarik juga cara mereka menjelaskan proses pembuatan roti dan jus dalam cara yang sederhana untuk anak-anak dimengerti. Kemudian kami masuk area discovery center, dimana kita akan diberi semacam handset dan nonton show-nya batz maru.

Begitu keluar dari area ini, tiba-tiba orang-orang sudah pada ambil posisi duduk manis. Kamipun juga ikutan latah deh mencari best spot untuk menonton show-nya. Pertunjukan dimulai dari mbak-mbak berdandan imut yang berjualan semacam lampion berbentuk hati. Meski kelihatan seperti mainan, tapi ternyata pembelinya justru kebanyakan adalah orang dewasa lho……  Setelah sabar menanti, akhirnya show pun dimulai. Show-nya lumayan seru…..seperti biasa dimulai dari nari dan nyanyi, trus  permainan laser dan parade tokoh-tokoh Sanrio.  Cuma ya, karena bahasanya Jepang jadinya roaming international deh kita.  Oya penonton di sini atraktif banget, rata-rata mereka ikutan nyanyi dan nari ikut gerakan Hello Kitty dkk ga peduli anak-anak, remaja or ibu-ibu. Bagi pemilik lampion, mereka diundang ke tengah panggung untuk menari dan bernyanyi bersama tokoh-tokoh Sanrio.

Melihat waktu yang sudah semakin sore dan menjelang jam tutup operasional, rasanya tempat ini masih begitu luas. Kamipun mampir ke lady kitty house. Sebelum masuk rumahnya, kita diberikan semacam briefing dalam bahasa Jepang yang tidak kami mengerti. Seperti di Johor, kita diminta masuk pelan-pelan dari satu area ke area. Rumahnya merupakan area tematik berdekorasi interior yang unyu-unyu. Tour pun dimulai dari area hall-nya dimana katanya si kitty suka main piano disini, lalu masuk ke ruang tamu, kamar tidur, ruang make up, hingga bertemu dengan sang empunya rumah dan photo session bersamanya.

Area selanjutnya adalah games room. Disini kebanyakan permainan untung-untungan mengambil boneka dengan memasukan koin. Alat pengambilnya semuanya sengaja dibuat loyo di semua mesinnya, jadi buat saya sih memang permainan buang-buang koin saja kalau mau coba peruntungan disini. Naik ke atas, disana ada toko souvenir dan kafetaria. Sebetulnya masih banyak sih wahana dan theater yang bisa dieksplorasi, tapi sayangnya kebanyakan sudah tutup. Jadi berasa nyesel deh kebanyakan nonton live show-nya….. Sebelum pulang, kita disuguhi pertunjukan Illusion of magic, dimana area panggung sengaja digelapkan, lalu penonton diberikan suguhan nyanyian dengan pertunjukan laser yang syahdu.

Overall sih kalau untuk dewasa rasanya pasti bosan, tapi tidak dengan anak-anak. Mereka akan excited dari awal hingga akhir karena memang seakan masuk ke negerinya hello kitty yang serasa negeri dongeng. Katanya pertunjukannya bagus….. meski tidak mengerti artinya…. haha2….

4.  Toko Daiso, 18.15

Setelah keluar Sanrio Town bersama bubaran pengunjung lainnya, ternyata diluaran masih hujan….. Awet banget euy hujannya…. Selain itu udara semakin sore semakin dingin, angin semakin kencang, cek suhu di accuweather mendekati 8 derajat. Dalam langkah perjalanan kami kembali ke stasiun, ternyata ada toko daiso, toko serba 100 yen yang kesohor itu. Tokonya lebih besar daripada yang saya lihat di Harajuku dan produk yang dijual lebih banyak. Kalau tadi nyenengin anak-anak, sekarang giliran nyenengin istri tercinta. Langsung deh melipir masuk ke dalam toko sekalian menghangatkan badan. Tadinya sih niat sekedar beli minuman dan snack saja, tapi melihat harga barang yang murmer langsung deh pada kalap mata.

Meski harganya murah, tapi koleksi dan kualitasnya tidak murahan lho…… Andai tidak mikirin koper buat di pesawat dah pasti ludes dibeli semua deh itu barang……

Puas belanja, kamipun mencari makan malam beef bowl di Yoshinoya yang berada di dalam stasiun Tama-Center. Seporsi beef bowl ukuran reguler seharga 380an yen. Jika di Indonesia seporsi beef bowl Yoshinoya terasa mahal, ternyata selama di Jepang itu merupakan makanan termurah yang kami makan. Tapi sayangnya restoran Yoshinoya Jepang tidak seperti di Indonesia yang kebanyakan area terbuka, di Jepang restorannya didalam ruangan tertutup berukuran kecil yang sirkulasi udaranya kurang bagus, jadi kurang nyaman rasanya seperti pengap oleh bau masakan dari dapur yang masuk ke ruang makan.

Alhamdulillah setelah perut kenyang, kami kembali ke apartemen dengan menaiki kereta keio line dari stasiun Tama Center, transit ganti kereta di stasiun chofu menuju stasiun Shinjuku. Meski hujan, tapi tidak mengurangi sejuta keceriaan hari ini. Raffa senang melihat museum pemadam api, Alisya – Aira senang melihat tokoh-tokoh kartun kesayangannya di Sanrio Puroland dan Bunda senang belanja di Daiso. Kalau saya, merupakan suatu kebahagiaan dan kepuasan tersendiri bila bisa membuat orang-orang yang saya sayangi tersenyum.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *