Jepang 2017: Lake Kawaguchi – Mt. Fuji – Akihabara (Day 5)

Jika merujuk kepada plan itinerary yang telah dibuat sebelumnya, hari ini rencananya akan main salju di Gala Yuzawa. Namun saat melihat weather forecast di website accuweather, saat itu katanya area Yuzawa akan diguyur hujan seharian. Padahal tiket shinkanzen menuju kesana sudah dipesan sebelumnya saat menukar JR Pass di JR ticketing office stasiun Shinjuku pada hari senin lalu. Tapi daripada memaksakan kesana tapi kehujanan, rasanya lebih baik mencari tempat wisata lain yang lebih kering. Sayapun mengecek area lain yang tidak hujan, dan Alhamdulillah ternyata area Fujiyama saat itu terang benderang….  Akhirnya ya tentu saja kami ganti tujuan liburan hari ini dengan mengunjungi danau Kawaguchi & Gunung Fuji. Ada untungnya juga saya mengecek weather forecast sebelum melakukan perjalanan…. Tentu akan rugi dong jika sudah terlanjur berangkat ke Yuzawa tapi terancam batal main salju karena hujan.

Gunung Fuji yang indah dan megah

Tepat jam 8 pagi, kami berangkat keluar apartemen menuju stasiun JR Shinjuku. Kebetulan hari ini adalah hari pertama memakai JR Pass, jadi sempat deg-degan juga mengenai cara pemakaiannya. Saat tiba di stasiun, kami celingukan mencari pintu masuk dengan JR Pass, soalnya tidak ada petunjuk apapun. Setelah bertanya kepada petugas, ternyata pengguna JR Pass itu masuk di gate yang terbuka pada setiap ujung gate masuk stasiun. Kita cukup menunjukan kartu JR Pass-nya kepada petugas, lalu dipersilakan masuk dan bebas naik kereta JR apapun yang ordinary class.

Kereta JR Super Azusa

Untuk menuju ke gunung Fuji, kita naik kereta JR limited express Super Azusa dari stasiun Shinjuku ke stasiun Otsuki selama kurang lebih sejam perjalanan, lalu transit ganti kereta Fujisan express ke stasiun Kawaguchiko. Kalau kereta Super Azusa dicover oleh JR Pass, namun kereta Fujisan express harus bayar terpisah. Saat tiba di stasiun Otsuki, pagi itu terlihat antrian super panjang di loket pembelian tiket kereta Fujikyu. Untunglah kami memiliki SUICA / PASMO Card, kita bisa langsung masuk ke peron tanpa perlu repot antri.

Kereta Fujisan Express

Kereta Fujisan express, yang didekorasi kartun gunung fuji yang lucu ini, merupakan jenis kereta wisata yang hanya berhenti di beberapa stasiun saja. Harganya tentu lebih mahal daripada kereta Fujikyu Commuter biasa, tapi kursinya lebih nyaman dan masinisnya merangkap pemandu wisata yang berbicara lewat speaker saat melewati spot-spot menarik. Selama perjalanan kita diajak melewati desa-desa dimana sakura sudah bermekaran dengan indahnya, gunung fuji, lalu berhenti di stasiun Fujikyu highland dan terakhir di stasiun Kawaguchiko…… Yang namanya kereta wisata, tentu saat melihat spot menarik, semua penumpang akan melirik ke arah yang dijelaskan pemandu wisatanya….. Termasuk saat melihat gunung fuji untuk pertama kalinya, semua penumpang langsung berpindah ke sisi kiri kereta dan kompak bersuara “Waaaahhhhhhh……!!”   Serasa paduan suara didalam kereta……

Fuji-Q highland

Saat kereta berhenti sebentar di stasiun Fujikyu highland, terlihat sebuah theme park yang luas bernama Fuji-Q Highland. Kelihatannya asyik juga, soalnya katanya disini memiliki aneka macam roller coaster dengan jalur dan kecepatan yang extrem. Adrenalin jiwa muda seakan-akan tertantang untuk mencobanya, tapi terpaksalah diredam soalnya bawa anak-anak dan waktu yang terbatas. Sembari colek istri, “Kalau ada rezeki, rasanya bolehlah kita pergi berdua aja ke Jepang lagi……”

Stasiun Kawaguchiko

Setibanya di stasiun Kawaguchiko, langsung mengalami disorientasi deh….. Stasiunnya sih kecil, tapi ternyata jalan raya-nya bercabang banyak. Untungnya ada tourist information center, langsung dijelaskan jarak menuju danau kawaguchi tidak begitu jauh, jadi bisa ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 15 menit. Tapi sayangnya kereta gantung Kawaguchiko Ropeway menuju tempat observasi gunung fuji sedang dalam maintenance, jadi baru dibuka jam 1 siang. Alhamdulillah, ternyata hari itu adalah hari pertama kereta gantung tersebut beroperasi kembali setelah menjalani masa perawatan seminggu penuh kemarin.

Road to Kawaguchi lake

Berbekal google map, kamipun berjalan kaki menuruni perbukitan hingga tiba di danau Kawaguchi. Tapi sebelumnya sempat mampir dulu beli aneka snack gorengan ikan dan kentang di sebuah mini market TakaDaya. Gorengannya murah-murah lho…. dan rasanya enak sekali……  Langsung deh beli banyak buat bekal piknik di pinggir danau nanti.

Piknik di danau Kawaguchi

Danau Kawaguchi merupakan danau yang sangat tenang dan terletak di kaki Gunung Fuji, Prefektur Yamanashi, Jepang. Selain itu area ini termasuk bagian dari Taman Nasional Fuji-Hakone-Izu. Saat melihat brosur wisata di tourist information center stasiun Kawaguchiko, sebetulnya ada begitu banyak tempat menarik di area sekeliling danau ini. Kalau ingin mengeskplorasi lebih jauh, pengunjung bisa membeli tiket bis wisata berwarna merah atau biru di stasiun kawaguchiko. Info lebih lengkapnya bisa lihat di website resminya. Kalau kami sendiri sih sudah cukup berpuas hati piknik di pinggir danau sembari menikmati keindahan pemandangan danau yang dikelilingi perbukitan. Andai punya waktu lebih, rasanya ingin menginap disini agar bisa puas menjelajahi area Fuji ini.

Harga tiket Kawaguchiko Ropeway

Setelah asyik berleyeh-leyeh di danau Kawaguchi, kamipun mulai mencari informasi lokasi stasiun kereta gantung Kawaguchiko Ropeway. Ternyata lokasi dekat, tinggal berjalan kaki arah menyusuri danau hingga tiba di terminal perahu wisata lalu menyebrang jalan. Karena kereta gantungnya baru mulai beroperasi jam 1 siang, jadi antrian sudah tampak mengular dari kejauhan. Agar keluarga tidak bosan, saya sendirian mengantri tiket, sementara istri dan anak-anak jalan-jalan sekitar danau mengunjungi toko-toko souvenir. Setelah bersabar 45 menit lamanya mengantri dijalanan, akhirnya sampai juga di stasiunnya…..  Kirain loketnya di lantai 1, ternyata kita masih kudu antri lagi didalam stasiunnya karena loketnya berada di lantai 2, lalu antri lagi hingga naik ke kereta gantungnya…..

Kawaguchiko Ropeway

Berbeda dengan kereta gantung biasa yang rata-rata berpenumpang duduk 4-6 orang, kereta gantung Kawaguchiko Ropeway ini memiliki body yang bongsor dan bisa diisi hingga 20 orang penumpang berdiri, persis seperti kereta gantung Awana di Genting Highland Malaysia yang saat ini sudah stop beroperasi. Rasanya seperti naik kopaja, tapi mendaki bukit…..  Tidak sampai 5 menit, kereta gantung pun tiba diatas karena memang jaraknya yang sangat pendek. Dulunya kereta gantung Kawaguchiko ini bernama Kachi Kachi-Yama Ropeway, yang terinspirasi dari cerita legenda penduduk sekitar tentang seekor rakun Jepang jahat bernama Tanuki yang berlomba perahu dengan seekor kelinci menyebrangi danau kawaguchi. Perahu yang dinaiki Tanuki tenggelam karena terbuat dari lumpur, sehingga sang kelinci dengan perahu kayunya memenangkan perlombaan tersebut. Sang kelinci pun dengan senangnya berteriak “Kachi-Kachi Yama…!“. Karenanya tidak heran kedua tokoh ini menjadi icon tempat ini, sehingga kita bisa melihat aneka macam patung tanuki dan kelinci lucu yang menghiasi stasiun, kereta gantung, hingga tempat observasi gunung Fuji diatas bukit.

Beautiful view of Mt. Fuji

Melihat keindahan Gunung Fuji secara langsung sungguh membuat kami takjub. Biasanya gunung ini hanya bisa dilihat dari foto internet, buku, brosur wisata maupun televisi…. Alhamdulillah kami diberikan rezeki dan kesempatan dari Allah SWT untuk melihat langsung gunung yang memiliki salju abadi di puncaknya dan merupakan tertinggi di Jepang. Di area observasi ini terdapat beberapa teropong untuk mengamati gunung Fuji. Untuk menggunakannya pengunjung harus memasukkan koin 100 yen untuk 1 menit pemakaian. Anak-anak sih gak ada bosennya meneropong, jadi baru berhenti setelah uang koinnya habis. Sayangnya saat kami kesana, gunung Fuji-nya terlihat malu karena puncaknya tertutup oleh awan putih, padahal saat di kereta terlihat jelas pemandangan gunung fuji-nya lho….  Berhubung kami kesana di siang hari bolong, agak sulit juga mengabadikan keindahan pemandangan gunung Fuji dan sekitarnya dengan kamera HP.

Mountain view of Fuji-Q Highland theme park

Dari atas sini juga terlihat jelas theme park Fuji-Q Highland beserta aneka macam trek roller coasternya yang ekstrim dan panjang….. Jadi makin penasaran. Dari area observasi ini, sebetulnya masih ada jalur trekking ke atas, tapi kami tidak menjelajahinya mengingat hari sudah semakin sore dan anak-anak sudah mulai kecapekan. Soalnya keasyikan memandangi keindahan gunung Fuji itu membuat lupa waktu kalau jam sudah menunjukkan pukul 3 sore. Kami pun kembali turun ke bawah dengan kereta gantung, lalu berjalan kaki untuk balik ke stasiun Kawaguchiko.

Fujikyu Commuter Train

Berbeda dengan saat berangkat, kami pulang dari stasiun Kawaguchiko menuju stasiun Otsuki menggunakan kereta listrik biasa yang lebih lambat, kemudian lanjut dengan kereta limited express Kaiji menuju stasiun Shinjuku dan tiba sekitar jam 6 sore. Meski hari sudah agak gelap, hasrat ngeceng kita masih menggebu-gebu…..  Anak-anak juga sudah cukup tidur di kereta, sehingga kami memutuskan untuk jalan-jalan ke Akihabara. Jadi lanjut lagi deh naik kereta JR Yamanote line ke stasiun Akihabara.

Night Walk at Akihabara

Akihabara terkenal sebagai tempat pusat elektronik, pernak-pernik anime, game station, pachinko dan perlengkapan komputer di Tokyo. Karena saat kesana sudah agak kemalaman sehingga kebanyakan toko elektronik sudah tutup, namun untuk toko-toko yang besar sebagian masih buka. Keluar stasiun, langsung terlihat kafe AKB48. Penasaran sih liat isi dalamnya, katanya kan disini tempat kakaknya group girlband JKT48 yang personnel ceweknya unyu-unyu. Tapi langsung deh dijewer ama istri…..  cuman boleh foto-foto didepannya aja katanya.

Diseberang jalan langsung deh terlihat berjejer toko-toko elektronik dengan lampu kerlap kerlip di papan sign yang gede-gede diatasnya, sehingga membuat area glodoknya orang Jepang ini sangat gemerlap di malam hari. Sebagai gamers sejati, salah satu toko yang dimasuki tentunya adalah SEGA. Tidak cuman satu toko, tetapi ada beberapa club SEGA disekitar sini. Permainannya sih kurang lebih sama aja…. lantai satu dan dua semuanya area pachinko dan permainan tangan robot mengambil boneka/mainan, lantai tiga dan seterusnya kebanyakan berisi permainan game arcade. Uniknya, yang bermain disini tidak hanya anak muda, bahkan orang dewasa pun banyak yang bermain. Saking maniaknya orang Jepang untuk urusan anime / game, banyak juga karyawan yang masih memakai setelah jasnya bermain  dan berkeliaran disini sepulang kerja hingga larut malam.

Shop & Play at Akihabara

Dari toko SEGA, kami mulai menyusuri deretan ruko-ruko besar mulai dari Matsumono Kiyoshi, Casio, Comic Zin, Club Sega, Sofmap, dan lain-lain,  yang mana semuanya memberikan tax free 8% bagi turis yang berbelanja banyak dan langsung dipotong saat bertransaksi dengan menunjukan passport. Enak dan lebih mudah aturan tax free saat belanja di Jepang, ketimbang aturan tax refund berbentuk cash back di Singapura yang harus membuat turis ber-repot ria menukarkan bon belanja di GST counter bandara Changi. Yang unik di area akihabara ini, hampir semua toko menyediakan koleksi film / game / anime JAV dilantai paling atasnya….. Gak perlu dijelaskan lebih lanjut kali yah mengenai apa itu JAV, monggo googling sendiri aja……

Di salah satu ujung jalan ada toko Sofmap yang sangat besar dan rame sekali. Ternyata toko ini merupakan toko elektronik paling komplit, mulai dari handphone, kamera, video games, TV, dsb. Baru masuk aja kami sudah digoda dengan aneka iPhone dan iPad yang harganya sangat miring sekali dibandingkan Indonesia atau Singapura sekalipun. Haduuuhhhh…..benar-benar menggoda iman nih…..   Kalau enggak ingat liburan di Jepang masih lama, pasti dah kalap ambil minimal 1 biji deh……  Terpaksa skip deh ke lantai 2 untuk cuci mata aneka macam kamera yang juga harganya lebih murah…… makin tambah ngiler deh…… Lantai berikutnya ada aneka macam earphone yang keren-keren. Gak tahan berlama-lama disini, semuanya bikin mupeng, istri pun langsung ngajak keluar aja….. “Kalo kelamaan disini bisa makin susah diajak pulang nanti” katanya……

The Real Mario Kart Racing

Dalam perjalanan balik ke stasiun, sempat terhenti sejenak untuk nonton dulu perlombaan mario kart disini. Lucu juga, pengendaranya benar-benar memodifikasi mobil go kart-nya mirip dengan aneka mobil mario kart dan juga lengkap dengan pakaian kostum drivernya.

Dinner halal kebab at Happy Kebab

Di dekat stasiun akihabara, kami makan malam kebab halal dulu di Happy Kebab. Harganya sekitar 500 – 600 yen, tapi porsinya besar lho….. Dijamin kenyang deh…..  Sebelum pulang, pesan beberapa kebab take away untuk sarapan besok. Jam 9 malam, kami langsung balik ke stasiun Shinjuku naik kereta JR Yamanote line, lalu dilanjutkan dengan berjalan kaki kembali ke apartemen. Next time kalo ke Akihabara lagi, harus bawa duit yang banyak nih……

One Comment Add yours

  1. Bablofil says:

    Thanks, great article.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *