Jepang 2017: Gala Yuzawa – Saitama – Yokohama (Day 6)

“Ayah, kapan lihat salju?” Tanya anak-anak hampir setiap hari selama di Jepang. Mereka memang sudah tidak sabar untuk melihat salju, apalagi sejak demam film Frozen meraja lela. Buat kita penduduk Negara tropis, bisa melihat salju adalah sebuah kemewahan. Karena butuh biaya yang tidak sedikit untuk sekedar mendatangi salah satu Negara empat musim di dunia demi melihatnya dan merasakannya langsung. Karenanya memang main salju di Gala Yuzawa merupakan salah satu highlight perjalanan ke Jepang kali ini.

our first snow experience

Alhamdulillah hari keenam kami di Tokyo diberikan kabar baik oleh sang peramal cuaca (Accuweather) bahwa hari ini cuaca tampak cerah berawan di area Yuzawa. Saking semangatnya, anak-anak bahkan sudah bangun duluan dari jam 5 pagi…. Padahal biasanya setiap hari mereka harus dibangunkan dan dibujuk rayu dulu demi mengejar perjalanan pagi. Sedari awal memang anak-anak sudah diberitahu kalau mau lihat salju harus bangun subuh, karena kereta Shinkanzen menuju Gala Yuzawa berangkat jam ½ 7 pagi.

Shinkanzen Max Tanigawa

Jam ½ 6 pagi, langit diluar masih tampak gelap. Kami mulai berjalan kaki menuju stasiun Shinjuku dan langsung menuju peron kereta JR Yamanote line ke stasiun Tokyo. Tepat jam 6.15 kami tiba di stasiun Tokyo dan agak tergopoh-gopoh mencari peron Shinkanzen Max Tanigawa for Gala Yuzawa, maklum karena hari ini juga merupakan pengalaman pertama kali naik Shinkanzen. Kereta Shinkanzen Max Tanigawa merupakan kereta bertingkat 2 lantai dan sangat kosong, mungkin karena sudah tidak musim liburan lagi. Meski tanpa reservasi kursi, tentunya kita bisa semena-mena donk memilih kursi di lantai 2…..  Sehabis sarapan didalam kereta, kamipun langsung tertidur lelap….. Maklum, kurang tidur karena bangun kepagian…..haha2……  Lumayanlah bisa tidur 1.5 jam selama perjalanan.

  • GALA YUZAWA
Gala Yuzawa Snow Resort

Gala Yuzawa merupakan satu-satunya snow mountain resort di Jepang yang terintegrasi dengan stasiun kereta. Jadi enak, begitu turun stasiun tinggal jalan kaki ke resort-nya. Agak kaget juga saat turun dari kereta, karena ternyata udaranya super duinginnnnn sekali. Pas didalam kereta yang memakai heater sih hangat, malah kita sampai buka jaket karena kegerahan…..tapi begitu diluar malah kedinginan. Terpaksa buka lagi deh tas ransel dan pakai jaketnya. Setibanya di receptionist, kita ditanya hendak sekedar main salju saja atau bermain ice skating. Karena memang niatnya hanya main salju saja, kamipun mengambil paket sleed + boots + handgloves + roundtrip gondola seharga 900 yen untuk dewasa & 700 yen untuk anak-anak. Tidak lupa menyewa locker 500 yen untuk menaruh barang-barang bawaan di ruang ganti. Karena Gala Yuzawa merupakan snow resort berkelas internasional, jadi semua karyawannya memiliki kemampuan bahasa inggris yang sangat fasih, sehingga sangat enak berkomunikasi selama berada disini.

Isi data penyewaan sepatu boots & naik gondola ke atas bukit salju

Setelah dandan rapi dengan perlengkapan pakaian salju, langsung deh naik gondola yang menghubungkan antara main office gala Yuzawa dengan tempat arena bermain ski. Sepanjang perjalanan gondola melewati bukit salju putih seperti kapas. Agak serem juga sih karena gondolanya bergerak-gerak tertiup angin gunung, tapi untungnya teralihkan dengan pemandangan pegunungan salju yang indah….. Sampai diatas, kita baru sadar pentingnya bawa kacamata hitam… Ternyata meski daerah dingin, tapi silau mataharinya luar biasa dan sinarnya sangat menyengat. Pantas rata-rata pemain ski memakai kacamata / google hitam saat bermain ski.

Arena main salju dan ski terpisahkan oleh sebuah pagar jaring merah. Walaupun ga seluas area ski, tapi cukup banget lah untuk kita main seluncuran sampe bikin boneka salju. Awalnya anak-anak meluncur di tumpukan salju yang rendah…. Lalu kita mulai mendaki ke sisi atas sambil menenteng papan seluncur, lalu duduk sejajar secara bersama-sama, pegang talinya dan sliiiiddeeeeeeee…….  sekilas terlihat mudah, tapi ternyata repot juga mengendalikan papan seluncur yang jalan dalam kecepatan tinggi…..  Gak ada bosannya anak-anak meluncur disini, sampai bapaknya yang gempor bawain papannya bolak balik ke atas berkali-kali….. 

Sliding race & Alisya’s first snow man

Karena kecapekan, anak-anak mulai deh ngaduk-ngaduk salju di area bawah untuk membuat prakarya boneka salju, rumah-rumahan, atau apalah sesuai imajinasi mereka.

Sementara the girls bikin boneka salju, ternyata diam-diam si Raffa malah membuat bom salju dan mulai melemparkannya ke Alisya….. Sejak itulah dimulai deh tuh perang salju antara kita berlima seperti di film-film kartun, yang ternyata beneran super seru lho…. !!

It’s lunch time

Gak terasa sudah 3 jam kita main salju disini, sementara perut mulai keroncongan. Saat ke food court, puyeng juga melihat menu makanannya banyak yang gak halal. Untungnya ternyata disana ada booth standnya Marion Crepes…..  Katanya crepes ini populer di Harajuku yang bikin orang-orang antri. Enaknya disini sepi, jadi bisa langsung pesan tanpa antri. Setelah kenyang, kita langsung turun ke main office Gala Yuzawa dan berganti pakaian.

Kalau lihat jadwal sih sebetulnya tidak ada kereta Shinkanzen  Max Tanigawa yang langsung ke stasiun Gala Yuzawa antara jam 10 hingga 3 sore. Karena kami mau pulang jam 1 siang, untungnya disediakan free shuttle bus dari Gala Yuzawa ke stasiun Echigo Yuzawa, yang mana merupakan stasiun terdekat dengan Gala Yuzawa.  Dari sini ada berbagai macam Shinkanzen yang wira wiri melewati stasiun ini. Dengan JR Pass tentu saja kita tinggal pilih salah satu kereta Shinkanzen apapun yang menuju ke stasiun Omiya.

  • RAILWAY MUSEUM, SAITAMA
Saitama Railway Museum (Tetsudo-Hakubutsukan)

Jepang terkenal dengan kecanggihan teknologi transportasi massalnya, salah satunya adalah kereta. Hampir di tiap kota besar biasanya selalu ada museum transportasi, salah satunya adalah museum kereta di Saitama. Punya anak laki-laki yang hobi main kereta-keretaan di rumah, tentunya mengunjungi museum ini menjadi salah satu special requestnya ke Jepang. Saya sengaja memilih museum kereta di Saitama karena lokasinya yang mudah dijangkau Shinkanzen dan searah dengan arah balik dari stasiun Echigo Yuzawa ke stasiun Tokyo. Untuk menuju ke Railway Museum, dari Omiya station kita harus menuju Tetsudo-hakubutsukan Station dengan kereta new shuttle. Jalur kereta ini merupakan jalur swasta, sehingga kita harus sedikit berjalan kaki 5 menit mengikuti papan petunjuk menuju peronnya.

Trip to Saitama Railway Museum

Kereta new shuttle mirip dengan kereta bandara yang menggunakan ban mobil sebagai rodanya dan berjalan diatas beton dengan jalur yang meliuk-liuk, bukan jalur rel seperti kereta pada umumnya. Tidak sampai 5 menit, kereta tiba di Stasiun Tetsudo-hakubutsukan dan begitu keluar stasiun langsung terlihat berbagai macam ornamen perkereta apian, mulai dari roda, mesin, gerbong, dan lain sebagainya. Tiket masuknya adalah 1000 yen untuk dewasa dan 200 yen untuk anak-anak dengan jam operasional 10.00 – 18.00.

Museum kereta api terbaik yang pernah kami datangi

Area pertama yang dijelajahi adalah area exhibitions, dimana terdapat koleksi kereta api dari berbagai jaman, mulai dari generasi kereta lokomotif uap, kereta diesel, listrik hingga shinkanzen…. lengkap dengan aneka macam gerbong-gerbongnya. Si Raffa langsung mukanya berbinar-binar saat berada disini…… Katanya seperti berada di negeri kartun Chuggington dalam dunia nyata!  Apalagi saat melihat jalur yang bisa berputar 360 derajat dengan lokomotif uap ala Thomas & friends ditengahnya. Tanpa komando, mereka pun langsung berlarian naik turun semua jenis kereta dari ujung ke ujung museum. Saya berusaha mengajari anak-anak tentang sejarah kereta api sesuai keterangan di tiap keretanya, tapi rasanya mereka lebih tertarik kepada aneka ragam bentuk fisiknya daripada teknologinya….. haha2…..  Kita sendiri pun baru tau ternyata sudah begitu banyak model kereta yang telah dibuat dan beredar Jepang, bahkan Shinkanzen pertama telah dibuat sejak lebih dari 40 tahun yang lalu dan sudah berganti beberapa generasi hingga sekarang. Betapa tertinggalnya negara kita ini yah….?

Feels like in Chuggington Town

Di lantai 2 terdapat railway model diorama dan chronological table, dimana merupakan ruang kaca besar yang berisi sejarah dan diorama kereta api di Jepang. Sebetulnya ada tour guide yang menjelaskan seluk beluk perkereta apian di Jepang, tapi sayangnya semua penjelasannya dalam bahasa Jepang. Ada 1 hal yang membuat saya salut, jika ada tour guide yang sedang bercerita, hampir semua orang Jepang yang datang ke museum ini tampak serius mendengarkan dan mengamatinya….. Hanya turis asing yang cuek berkeliaran kesana kemari, yang saya yakin karena mereka tidak memahami bahasanya…..

Simulator kereta

Sebelum pulang, kami sempat main simulator kereta dulu. Dengan simulator ini kita bisa merasakan manjadi masinis kereta, mulai dari lokomotif uap, kereta listrik hingga kereta shinkanzen. Suasana dan konsol didalam dibuat persis sama dengan ruang kabin masinis kereta, dimana terdapat layar TV besar sebagai pengganti kaca depan. Jadi kita benar-benar serasa menjalankan kereta diatas relnya, lengkap dengan suasana suara dan getaran selama perjalanan. Raffa sampai tidak mau diajak pulang karena keasyikan naik simulator ini….. Sungguh sangat edukatif untuk anak-anak……

  • COSMO WORLD, YOKOHAMA
Cosmo World Japan

Keasyikan jalan-jalan di museum bikin lupa waktu, gak terasa sudah jam 5 sore, padahal masih hendak jalan-jalan sore ke Yokohama. Kamipun kembali ke stasiun Omiya naik kereta new shuttle, lalu naik Shinkanzen balik ke stasiun Tokyo, dan berganti kereta lagi jenis rapid ke stasiun Yokohama. Nah saat hendak ganti kereta JR Tokaido line dari stasiun Tokyo ke stasiun Yokohama inilah terjadi drama.  Berawal dari saat turun menuju peron JR tokaido line, kami sembarangan naik gerbong kereta JR Tokaido line for Atami tanpa membaca petunjuk apapun. Ketika berada di dalam gerbong kereta mulai tampak keanehan, karena ruangannya kok ekslusif, terpisahkan oleh pintu kaca dan kursinya juga menghadap ke depan semua, tidak seperti kereta commuter listrik Jepang pada umumnya. Kebetulan didalamnya sedang ada petugas kebersihan, kamipun bertanya kepadanya dan dia menunjuk-nunjuk simbol daun berwarna hijau, menunjukkan kalau gerbong ini merupakan green car. Langsung deh saya cek hyperdia, ternyata memang benar kalau JR Tokaido line itu ada kelas reserved & unreserved dalam 1 rangkaian kereta. Repotnya lagi adalah gerbong green car ini ternyata tidak connecting dengan gerbong biasa, sehingga kamipun terpaksa keluar untuk pindah gerbong. Saat Bunda & Alisya turun dari kereta, tiba-tiba pintu gerbong tertutup dan kereta pun mulai berjalan. Saya berusaha mencari-cari tombol untuk membuka pintu tapi tidak menemukannya. Alhasil bunda & Alisya terpaksa berlari-lari mengejar kereta sembari memperhatikan pesan saya dengan bahasa tubuh kepadanya untuk naik kereta berikutnya ke Yokohama. Kejadiannya bak adegan romantis di film-film dimana sang pacar berlarian mengejar kereta sembari memegang jendela dan komat kamit mengucapkan sesuatu kepada pasangannya…… haha2…..

Perhatikan Simbol Green car

Hilang di negeri orang sungguh membuat hati berdebar-debar, sehingga selama perjalanan saya selalu berdoa semoga bunda mengerti pesan saya dan berhasil menyusul kami di Yokohama. Setibanya di stasiun Yokohama, kamipun menunggu dengan gelisah kedatangan kereta berikutnya. Tiap kereta yang datang tidak luput saya celingukan  bolak balik mencari sang istri tercinta dari ujung ke ujung gerbong, persis seperti adegan film drama korea deh pokoke……   Alhamdulillah di kereta keempat yang datang, barulah tampak si Bunda dengan Alisya. Langsung deh kita pada berpelukan seperti sudah bertahun-tahun tidak bertemu……  Selanjutnya naik kereta Minatomirai Line ke stasiun Minatomirai.

Karena langit sudah gelap (hampir jam 8 malam) dan mood kami sudah berantakan, niat untuk main ke cosmoworld berubah menjadi sekedar sight seeing saja. Apalagi sudah kelelahan berjalan kaki karena salah exit stasiun Minatomirai. Seharusnya kami memilih exit Queen Square, tapi malah keluar di arah sebaliknya, sehingga membuang-buang energi untuk memutari gedung di malam hari dengan jarak yang sangat jauh. Cosmo world merupakan outdoor theme park di Yokohama yang bebas tiket masuk. Areanya sendiri cukup luas dengan wahana serupa dengan dufan, seperti roller coaster, bianglala, piring berputar, dll. Meski penasaran untuk mencoba salah satu permainannya, namun nafsu untuk mengisi perut lapar mengalahkan segalanya. Jadi setelah puas berfoto ria didalam cosmo world, kami langsung mencari makan malam Mc Donnald di Queen Square dan langsung pulang ke apartemen setelahnya. Sebetulnya sih lebih asyik jika berhasil tiba di kota pelabuhan ini di siang hari, karena ada begitu banyak sightseeing spot yang menaik disini. Seperti mengunjungi museum kapal Hikawa maru, Landmark tower, queen square, cup noodle museum, red brick warehouse, cosmo world, yokohama port museum, dan lain-lain…… Maybe next time jikalau liburan ke Jepang lagi bolehlah direncanakan seharian disini……

Enjoy the night at Cosmo World

Untuk kembali ke Shinjuku, kami naik kereta Minatomirai line ke stasiun Yokohama, lalu ganti kereta JR Shonan-Shinjuku line for Utsunomiya yang langsung menuju stasiun Shinjuku. Jam 10 malam kami tiba di apartemen dan masing-masing langsung mencari kasur untuk mencharge energi yang terkuras habis seharian ini…..  Hari ini merupakan hari terlelah kami selama di Jepang, tapi juga merupakan hari yang paling berkesan untuk kami berlima…… Can’t wait to explore another adventure tomorrow…..

2 Comments Add yours

  1. Pad says:

    Mba mau tanya kalo mau main salju ke gala yuzawa itu hrs bayar tiket masuknya ga ya? Krn sy baca2 blog lain ada yg blg hrs byr tiket masuk diluar biaya sewa boots dkk.

    1. Akthuro says:

      Kalau hanya jalan-jalan di lingkungan sekitar stasiun sih gak bayar. Kalau mau masuk dan bermain ke arena salju yang baru bayar. Nanti kita akan diberikan beberapa pilihan paket disana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *