Jepang 2017: Umeda Sky building – Universal Citywalk – Osaka Kaiyuan – Dotonbori – Shinsaibashi (Day 10)

Setelah cukup beristirahat kemarin, hari ini kami berencana memaksimalkan eksplorasi di area Osaka saja mengingat nanti malam sudah harus packing karena besok akan pulang ke Indonesia. Tentu saja rute pejalanannya juga disusun seefisien mungkin menggunakan jalur kereta JR agar lebih hemat dengan JR Pass milik kami yang tersisa 2 hari.

Umeda sky building

Below Umeda sky building

Kami berangkat jam 8 pagi dan tempat pertama yang hendak kami kunjungi adalah Umeda sky building floating garden. Gedung ini sebetulnya merupakan area perkantoran, pusat perbelanjaan dan komersial. Memiliki ketinggian 173 meter dan memiliki dek observasi di puncak gedungnya. Lokasinya sendiri berada di dekat stasiun JR Osaka, sehingga tinggal berjalan kaki menyebrang tunnel yang menghubungkan antara stasiun dengan Umeda.

Osaka Kaiyukan 1 day pass

Sebelum berjalan ke Umeda building, kami menyempat diri mampir ke tourist information stasiun JR Osaka untuk membeli Osaka Kaiyuan 1 day Pass seharga 2550 yen untuk dewasa dan 1300 yen untuk anak-anak. Dengan kartu pass ini selain digunakan untuk tiket masuk ke akuarium Osaka, kita bisa naik kereta subway, tram dan bis area sekitar Osaka secara gratis selama 1 hari. Jadi boleh dibilang kartu ini sangat hemat bagi traveler yang ingin mengunjungi akuarium Osaka dan berkeliling Osaka selama 1 hari. info lebih lengkap bisa dilihat disini.

Sky tunnel

Setelah selesai urusan tiket, kami berjalan kaki keluar stasiun dan menyebrang tunnel menuju ke Umeda building. Disini kita merasakan lift transparan berkecepatan tinggi untuk naik ke lantai 35, lalu dilanjutkan dengan ekskalator terpanjang yang pernah kami naiki dari lantai 35 ke lantai 40. Ekskalatornya sendiri berada di dalam semacam terowongan kaca transparan, sehingga kita serasa jadi terbang melayang diketinggian……. Agak serem juga sih ngeliatnya……

Floating sky garden indoor & outdoor

Sesuai namanya, di antara 2 gedung umeda ini terdapat floating garden, alias area observasi indoor dan outdoor.

Love in the sky

Bagi yang membawa pasangan, disediakan kursi empuk untuk duduk2 romantis sembari menikmati keindahan pemandangan sungai Yodogawa dan gedung-gedung sekitar stasiun Osaka. Saat siang hari aja sudah terlihat kerennya, jadi terbayang deh keindahan yang tambah keren jika datang kesini di malam hari. Apalagi jika bisa duduk bersama pasangan, pegangan tangan, ngobrol romantis sembari melihat gemerlapnya cahaya dari city view yang cantik di malam hari……. **Tssaahhhhh…….

Universal City Walk

Perjalanan selanjutnya adalah jalan-jalan disekitar Universal city walk. Kami berjalan kaki kembali ke stasiun JR Osaka, lalu naik kereta JR Osaka loop line ke st. Nishikujo dan ganti kereta JR Yumesaki line ke st. Universal city.

Naik kereta JR umesaki line (Universal Studio)

Area ini sebenarnya merupakan shopping arcade dan hotel dari Universal Parks and Resort. Berfungsi sebagai pusat belanja dan makan-makan, Universal City Walk ini juga berfungsi sebagai tempat hiburan dan entrance plaza sebelum masuk ke theme parks-nya, Universal Studio. Area ini gratis dijelajahi. Selain itu karena bentuk bangunannya yang tematik, jadi kita bisa puas berfoto ria disini.

Welcome to Universal Parks & Resort

Di ujung Universal City Walk ini terdapat arena theme park Universal Studio Japan yang terkenal dengan theme park Harry Potter-nya dan hanya ada 2 lokasi di dunia yang memiliki theme park ini. Memang dari semua theme park yang pernah kami datangi, hanya Universal studio yang menjadi satu-satunya tempat yang belum pernah kami coba. Pertimbangannya tentu saja karena kami masih memiliki anak kecil dengan tinggi badan dibawah 120 cm. Konon katanya anak kecil dengan tinggi badan dibawah itu tidak akan maksimal menikmati wahana Universal Studio, karena mayoritas didominasi oleh wahana permainan untuk dewasa. Sehingga baik itu di Singapore maupun kali ini di Jepang ya terpaksa di skip lagi deh……

Enjoy Universal City Walk

Di Universal city walk ini kami menjelajahi toko-toko suvenir, barang-barang branded dan museum Takoyaki di lantai 4. Meski namanya museum, tapi sebenarnya tempat ini hanyalah kumpulan stand penjaja makanan Takoyaki dengan berbagai varian.

Takoyaki Museum & Universal Studio Entrance

Sebetulnya sih pengen juga nyicipin salah satu stand Takoyaki, tapi karena ragu akan kehalalannya jadi gak berani deh. Berhubung perut sudah keroncongan, kami menyempatkan makan siang di cafe pizza Napoletano. Sebetulnya sih bingung juga disini mau pesan pizza apa yang halal, karenanya kami hanya memesan pizza keju & tomat saja. Info lebih lanjut mengenai area ini bisa dilihat disini.

Osaka Aquarium

Let’s meet the shark

Puas berkeliling Universal City Walk, kami balik ke stasiun dan naik kereta JR Yumesaki line ke st. Nishikujo, lalu pindah kereta JR Osaka loop line ke st. Bentencho dan ganti subway Chuo line ke st. Osakako secara gratis dengan Kaiyuan pass. Tujuan berikutnya adalah mengajak anak-anak melihat aneka hewan-hewan laut di Osaka AquariumAkuarium Osaka Kaiyukan (Osaka Aquarium Kaiyukan) terletak di desa pelabuhan Tempozan di daerah Teluk Osaka dan merupakan salah satu akuarium terbesar di Jepang.

Dari stasiun Osakako dibutuhkan sedikit berjalan kaki 10 menit menuju lokasinya.

Osaka Aquarium & Tempozan Marketplace

Sebelum memasuki Osaka Aquarium, kita melewati Tempozan marketplace dan ferris wheel. Jika kita naik ferris wheel ini, kita bisa menikmati keindahan pemandangan teluk Osaka dan melihat Universal studio secara keseluruhan dari atas. Selain itu disini juga terdapat Legoland discovery center didalam Tempozan market place yang tentunya menarik bagi anak-anak. Namun berhubung waktu yang terbatas, kami melewati semua kesenangan tersebut dan langsung bergegas menuju ke Osaka Aquarium.

Learning with fun in Osaka Aquarium

Konon disini terdapat 29 ribu ekor hewan dari 470 spesies laut sekitar asia pacific dan antartika. Hewan-hewan ini dibagi dalam 16 zona di dalam gedung 3 lantai. Aquarium yang paling besar terdapat ikan paus yang seumur-umur baru kali ini kami lihat. Selain itu juga ada Japanese Giant Crab yang ukurannya segede badan manusia……  Kalau soal suasana sih kurang lebih mirip dengan sea world Indonesia dan S.E.A. Aquarium di Singapore. Karena kami datang kesana kesorean, semua acara show pemberian makanan dan lumba-lumba sudah lewat semua…. hiks……

Mengajak anak-anak ke aquarium tidak pernah membosankan buat mereka, terbukti kami menghabiskan waktu hampir 4 jam lamanya disini. Mereka bisa belajar aneka hewa laut yang aneh-aneh, mulai dari ikan laut pedalaman, pinguin, ubur-ubur, lumba-lumba, singa laut, ikan paus, dan lain sebagainya. Oh ya, jangan lupa bawa buku kosong, karena disediakan stamp gratis ditiap zona yang dilewati dan tentu saja sangat menarik perhatian anak-anak. Sebelum meninggalkan akuarium, kami menyempatkan diri untuk menunaikan ibadah shalat Zuhur yang dijamak ke Ashar dulu di salah satu pojokan ruangan gedung.

Tempozan marketplace

Tanpa terasa saat keluar, langit tampak sudah gelap. Dan diluar dugaan, ternyata area sekitar Tempozan Marketplace menjadi begitu indah karena kerlap kerlip hiasan lampu-lampunya sudah mulai menyala semua. Rasanya sungguh menyenangkan bisa berjalan santai disini sembari menikmati gemerlapnya cahaya dari dekorasi lampu bersama keluarga tercinta….

Dotonbori & Shinsaibashi

Mr Glico style

Acara city tour malam ini ditutup dengan berjalan-jalan di shopping arcade & kuliner terpopuler di Osaka, yakni Dotonbori. Rasanya memang kurang lengkap jika liburan ke Osaka tapi tidak datang kesini. Setelah keluar dari Kaiyuan Aquarium, kami kembali ke stasiun Osakako dan naik subway Chuo line ke st. Kujo dan ganti subway Hanshin-Namba line ke st. Osaka-Namba. Begitu keluar stasiun langsung disambut dengan hiruk pikuk manusia yang berseliweran di area dotonbori, yang mayoritas sih kebanyakan adalah anak-anak muda Jepang dan turis mancanegara. Tidak heran karena selain tempat belanja & kuliner, disini merupakan destinasi wisata favorit dan tempat kumpul para kawula muda dengan aneka macam acara live music dan dance performance-nya.

Night Walk in Dotonbori

Yang unik dari tempat ini adalah banyaknya toko & restoran yang memajang patung-patung raksasa di atasnya, seperti naga, kepiting, gurita, ikan buntal dan lain sebagainya. Dan malam hari memang saat yang tepat untuk datang kesini karena kita bisa melihat ratusan papan iklan elektronik dengan gambar yang menarik dan sangat bergemerlapan diatas semua kedai toko yang ada disana. Kesemuanya ini terlihat mencolok di seluruh area dotonbori yang sangat luas ini. Icon terkenal dan wajib dikunjungi disini adalah papan iklan bergerak Mr. Glico, patung boneka berbaju badut yang sedang memukul drum yang bernama Kuidaore Taro dan patung raksasa Kani Doraku Crab diatas restoran Kani Doraku.

Fully crowd in dotonbori & shinsaibashi street

Meski tempatnya menarik, namun karena telalu padat pengunjung membuat kami kurang nyaman menjelajahinya. Pada akhirnya kita hanya sebatas berfoto ria dan makan malam burger ikan di Loteria. Saat kesana terlihat ada sebuah boat penumpang yang menyusuri sungai dotonbori ini….. Sayangnya boat tersebut merupakan trip terakhir di malam itu.

Setelah selesai makan malam, kami melanjutkan langkah kaki ke shinsaibashi street yang berlokasi persis disebelah dotonbori. Tempat ini sih merupakan shopping arcade sepanjang jalan shinsaibashi yang serupa dengan pasar baru di Jakarta. Karena sudah jam terlalu malam, mayoritas semua tokonya sudah pada tutup, sehingga tidak banyak yang bisa dilihat disini. Meski demikian, kami tetap berjalan kaki menyusuri jalan ini hingga tiba di st. Shinsaibashi.

Dari stasiun Shinsaibashi, kami kembali ke apartemen dengan kereta subway midosuji line ke st. Shin-Osaka. Dan seperti biasa, anak-anak langsung pada terkapar di kasur, sementara kami mulai berberes koper untuk besok pulang ke Indonesia. Kesan saya terhadap Osaka secara keseluruhan sih tidak begitu mendalam seperti Kyoto, mungkin juga karena kota ini serupa dengan Tokyo yang sama modern-nya. Selain itu waktu kunjungan yang terlalu singkat disini menyebabkan kita tidak bisa eksplore secara lebih mendalam. Tapi menurut saya dari ketiga kota besar di Jepang yang saya jelajahi, Osaka merupakan kota yang memiliki living cost paling rendah, khususnya buat para turis mancanegara. Karena sebetulnya jika kita membeli Osaka Amazing pass, dimana dengan pass yang sangat hemat ini kita bisa bebas mengunjungi tempat-tempat wisata yang menarik dan unlimited transport selama di Osaka. Info lebih lanjut bisa klik disini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *