Jepang 2017: Osaka – Kuala Lumpur – Jakarta (Day 11)

Tanpa terasa sudah 11 hari kami di Jepang, dan hari ini adalah momen terakhir liburan kami. Dengan perasaan campur aduk antara sedih, galau, senang, namun kangen rumah membuat pagi ini terasa berat untuk dijalani. Bahkan anak-anak juga agak malas untuk bangun pagi dan pergi mandi, apalagi mengingat kalau besok sudah harus sekolah lagi mereka……  Dengan sedikit rayuan pulau kelapa, akhirnya mereka berhasil terbangun, mandi dan sarapan. Jam 8 pagi kami semua telah siap dan langsung cek out dari apartemen. Prosedur cek out apartemennya sama mudahnya dengan di Tokyo…. Tinggal keluar kama, kunci pintu, lalu taruh kuncinya didalam locker apartemen di lobi bawah.

Suasana menunggu kereta JR Haruka di stasiun Shin-Osaka
Luggage storage di dalam kereta

Dari stasiun Shin-Osaka, kami memanfaatkan JR Pass terakhir kami untuk naik kereta JR Haruka yang direct ke Kansai International Airport (KIX). Enaknya kereta ini adalah terdapat kompartemen khusus untuk menaruh koper, sehingga membuat nyaman para penumpang yang hendak ke bandara.

JR Haruka
JR Haruka Map

Keretanya sendiri sebetulnya cukup mahal harga tiketnya jika beli langsung ditempat, yakni 2330 yen (unreserved seat). Namun akan gratis jika menggunakan JR Pass, atau jika memiliki ICOCA card akan mendapat diskon menjadi 1100 yen saja. Kartu ICOCA ini serupa dengan kartu SUICA / PASMO, tapi dijual khusus di wilayah JR West, alias kansai dan sekitarnya. Kalau soal pemakaian sih, ketiga kartu ini sama saja dan dapat dipakai diseluruh wilayah Jepang. Jadi semua tergantung kota asal pesawat kita mendarat…. Jika mendarat di Kansai biasanya turis akan membeli kartu ICOCA ini, namun jika mendarat di Tokyo biasanya para turis akan membeli kartu SUICA/PASMO. Info lebih lanjut mengenai kartu ICOCA & Haruka limited express bisa dilihat disini.

Nankai Airport Express
Nankai Kansai-Airport map

Alternatif lain bagi yang tidak ingin menggunakan kereta JR bisa menggunakan kereta bandara Nankai dari stasiun Osaka-Namba ke bandara Kansai. Info lebih lanjut mengenai kereta ini bisa dilihat disini.

Perjalanan dari stasiun Shin-Osaka menuju Bandara Kansai ditempuh selama 75 menit dan akan melewati wilayah daratan, dimana jalurnya melewati wilayah pemukiman Jepang, hingga melewati jembatan panjang menyebrangi lautan untuk menuju ke Bandara. Bandara Kansai ini memang berdiri diatas sebuah pulau reklamasi ditengah-tengah teluk Osaka, sehingga para penumpang pesawat akan merasakan sensasi seolah-olah mendarat di tengah lautan, karena pemandangan di kaca pesawat adalah lautan luas pada saat pesawat menjelang landing di bandara Kansai. 

Cek in counter Air Asia
Boarding area

Setibanya di bandara, kami langsung cek in dan taruh koper di kounter Air Asia, lalu langsung masuk ke ruang imigrasi dan masuk ke boarding area. Selama menunggu pesawat, kita melihat hasil-hasil foto kenangan liburan selama di Jepang yang alhamdulillah bisa menjelajahi bermacam-macam kota, mulai dari Tokyo, Yuzawa, Saitama, Yokohama, Kyoto, Himeji dan Osaka. Semuanya sangat berkesan dan banyak hal baru yang bisa dipelajari, mulai dari kebudayaannya hingga dunia teknologi modern. Satu hal yang paling berkesan buat saya, yakni tingkat kedisiplinan dan keramahan penduduknya. Sebagai contohnya yakni disaat kondisi sepadat apapun, mereka tetap bisa berjalan & berdiri teratur di sisi kiri eskalator dan memberikan akses jalan disebelah kanannya bagi yang orang terburu-buru. Atau suasana hening dan saling menghargai privasi penumpang lain di kereta dengan tidak berisik selama di berada dalam kereta. Dan terutama keramahan orang-orangnya yang sesibuk apapun tetap punya waktu untuk menjawab atau bahkan mengantar kami saat tersesat.

Meski harus diakui kalau liburan di Jepang ini merupakan liburan termahal keluarga kami, namun sejauh ini Jepang tetaplah menjadi negara terfavorit saya dalam urusan pariwisata. Dengan segala keramahan, kemudahan, keteraturan penduduk dan sarana transportasinya, disiplin, aneka budaya tradisional yang masih dipertahankan, serta kuliner yang cocok di lidah benar-benar membuat semua turis yang liburan kesini akan merasa nyaman dan aman.  Seakan tidak percaya fakta bahwa bangsa ini pernah menjadi salah satu bangsa penjajah yang terkenal kejam dan jahat pada jaman dahulu…. 

Mudah-mudahan kelak kami masih diberikan kesehatan, kesempatan dan kemampuan untuk bisa liburan ke Jepang lagi. Aamiiiinnnnn…….

See you in our next journey……

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *