Malaysia – Vietnam 2019, Day 3: KL – Da Nang

Touchdown in Da Nang

Tidak seperti trip-trip sebelumnya, biasanya kita selalu bangun pagi setiap hari dan pasang target jam 8 keluar dari apartemen/hotel untuk mulai jalan-jalan, di trip kali ini adalah liburan tersantai yang pernah kita jalani. Jadi enak juga bisa bangun siang di negara asing, lalu pelan-pelan menata segala urusan di pagi hari, tidak grabak grubuk seperti biasanya.

Pesawat Air Asia menuju ke Vietnam kami adalah pukul 13.30, jadi sebetulnya kita punya waktu cukup banyak di pagi hari untuk explore KL kalau mau ogah rugi waktu liburan.

Jam 10an kita mulai check out dari hotel dan pesan grab taxi ke KLIA-2. Perjalanan kesana kurang lebih sejam, yang kembali kita habiskan dengan bobo siang di mobil…..

Saat memesan tiket, kita kira penerbangan dari KL ke Da Nang itu 1,5 jam, karena berangkat pukul 13.30 dan tiba pukul 15.00. Ternyata pas dengerin pengumuman dari pilotnya bahwa durasi pernerbangannya itu akan memakan waktu tempuh 2,5 jam…. Saya gak ngeh kalau ada perbedaan waktu 1 jam antara Malaysia dengan Vietnam.

  • Tentang Kota Da Nang
Da Nang City

Saat saya mengatakan akan liburan ke Vietnam, semua orang pada bertanya apakah akan ke Ho Chi Minh atau Hanoi atau Ha Long Bai? Tidak ada satupun yang mengenal kota Da Nang, padahal kota ini popular dengan wisata pantainya yang bersih dan memanjang. Da Nang adalah kota terbesar di Central Vietnam. Dulunya Da Nang adalah pusat air base AS saat Perang Vietnam, namun saat ini ia adalah kota yang paling modern dibanding kota-kota lainnya di Vietnam. Berada di sana serasa di negara maju karena bangunannya relatif baru dan bersih. Da Nang berpusat di Sungai Han yang dihubungkan dengan 2 jembatan cantik, yaitu Tran Thi Ly Bridge yang menyerupai layar kapal dan Dragon Bridge yang berbentuk naga. Pada malam hari, kedua jembatan tersebut menyala berwarna-warni jadi kece untuk difoto.

Da Nang merupakan hub untuk mengunjungi situs bersejarah yang terdaftar dalam UNESCO Heritage Site seperti Hue (istana kekaisaran yang mirip Forbidden City di Beijing), Hoi An (kota kuno abad 15-19) dan My Son (kompleks candi Hindu abad 4-14). Alasan lain turis ke Da Nang adalah berwisata pantai. Di timur kota Da Nang terdapat pantai panjang berpasir putih, lengkap dengan resor mewah – bahkan masuk ke dalam salah satu dari World’s Most Luxurious Beach versi Forbes. Bisa dikatakan Da Nang adalah Bali-nya Vietnam, disukai turis asing maupun lokal.

Dan satu lagi yang menarik, mata uang kita perkasa sekali terhadap mata uang Vietnam (Vietnam Dong). 1 VND = 0,6 rupiah. Berasa jadi orang kaya lah disini….. Kalau bayar ini itu nominalnya bisa sampai ratusan ribu dan bahkan jutaan VND, padahal kalau dirupiahkan nilainya hanya separuh. Saran saya bagi yang mau ke Da Nang, bawalah uang 1 USD yang banyak. Karena pedagang-pedagangnya banyak yang menjual barang dengan harga 1 USD aja. Tapi kalau beli dalam mata uang local VND, entah kenapa malah jatuhnya lebih mahal kalau dikonversikan.

  • Mường Thanh Luxury Da Nang Apartment & Da Nang Beach
Beach view from balcon

Tiba di bandara, driver dari apartemen yang kami sewa sudah menunggu dan siap mengantarkan kita ke apartemen. Selama di kota Da Nang memang kita memesan apartemen via Airbnb yang memberikan fasilitas free pick up di bandara. Apartemen yang kami sewa adalah Da Nang luxury apartment, yang berlokasi persis di seberang pantai Da Nang.

Mobil yang mengantarkan kami masuk dari jalan belakang gedung apartemen, sehingga sempat terbesit di pikiran kalau apartemennya tidak meyakinkan. Tapi setelah diantar ke kamar oleh host kami, miss Hong, langsung pandangan kami berubah 180 derajat.

Apartemennya lega banget, bersih, interiornya menarik, kamar ada 2 dengan king size + extra matras bed, sofa empuk, air panas, wifi, smart tv, kitchen lengkap dengan peralatan masak dan makannya…. Ada gitarnya pula, jadi bisa konser semalaman…… Selain itu yang terpenting adalah adanya mesin cuci, jadi bisa nyuci pakaian kotor kemarin dan baju renang.

Saking enaknya apartemen malah bikin kita mager (Malas Gerak). Padahal itinerary sisa sore ini adalah melihat pagoda ling un. Tapi melihat keindahan pantai Da Nang dari balkon apartemen malah jadi pengen berenang. Sehingga tanpa komando, anak-anak langsung pada ganti baju dan jalan ke pantai. Dan ternyata saat berjalan kaki ke arah pintu utama apartemen ini baru terlihat sisi bagusnya, karena bagian depannya itu ternyata hotel Mường Thanh Luxury Da Nang. Kalau mau lihat lebih detail tentang apartemen ini bisa klik disini.

Pantai Da Nang

Pasir pantai Da Nang ini bukan main bersihnya. Airnya tidak terlalu berombak dan arusnya tidak terlalu kuat, jadi tidak heran pantai ini ramai oleh pengunjung. Sayangnya si bungsu Rasya kena angin sepoi-sepoi malah bikin ngantuk dan akhirnya tertidur pulas…. Alhasil yang berenang hanya kakak2nya, sementara kita malah duduk dibawah pohon nungguin si bontot tidur.

  • Restoran Thien Ly – DaNang Style
It’s culinary time

Sudah di kota Vietnam, tentu penasaran dengan makanan khasnya kan? Sayangnya sebagian besar restoran disini tidak ada yang halal karena mayoritas penduduknya non muslim. Tapi ternyata alhamdulillah nemu 1 restoran non pork yang menyajikan menu khas Da Nang, yakni restoran Thien Ly. Jaraknya lumayan jauh dari apartemen, jadi kita pesan grab kesana untuk makan malam.

Restorannya gak terlalu besar, seperti memanfaatkan area taman dan garasi rumah disulap menjadi restoran. Konsepnya mini garden restaurant, jadi tempatnya semi ruang terbuka dan dekorasi interiornya menggunakan bambu. Lumayan cozy sih seandainya cuaca di Da Nang tidak panas begini (36 derajat celcius ). Meski malam hari, temperatur terendahnya adalah 29 derajat celcius, jadi tetap aja gerah euy….

Kita memesan banh xeo shrimp, pho beef noodle dan fried rice beef. Yang menarik buat kami adalah menu banh xeo shrimp, dimana bentuknya berupa omelet telur versi crispy berisi udang dan bawang yang disajikan bersama dengan beberapa lembar kertas putih dan lalapan mentah. Kita kira kertas ini adalah kertas minyak untuk membersihkan sisa-sisa minyak dari telurnya… Ternyata kertas ini berbahan baku beras, jadi bisa dimakan. Baru ngeh setelah diajari cara makannya oleh pramusajinya. Kita diberikan gunting untuk memotong telor omelet crispy ini, lalu bungkus Bersama lalapan sayur mentah dengan kertas beras dan dicelupkan ke dalam sausnya. Sungguh pengalaman yang unik.

Kalau menu pho beef noodle sih rasanya mirip dengan restoran pho24 di Indonesia, mie dengan kuah tawar dan diberikan potongan daging. Lidah saya kurang cocok makan pho Vietnam karena terasa hambar.

  • Dragon bridge
Jalan-jalan santai sambil cuci mata di bawah jembatan naga

Sebelum kembali ke apartemen, kita memesan grab menuju ke salah satu jembatan terunik di dunia, yaitu dragon bridge dan thien ly bridge. Kedua jembatan ini berhubungkan kota danang yang terpisahkan oleh sungai Han. Yang paling unik adalah dragon bridge, karena bentuknya seperti jembatan yang dililit oleh naga emas. Setiap weekend, naganya akan seolah-olah hidup dengan menyemburkan air dan api. Sayangnya kita berencana menghabiskan weekend di Ba Na Hills, jadi gak bisa melihatnya deh….

Dibawah jembatan naga ini terdapat trotoar, dimana banyak pedagang yang berjualan disana saat malam hari. Banyak jajanan khas Vietnam disini, sayang kita gak berani mencicipinya karena ragu dengan kandungannya. Sulit bertanya ke mereka karena rata-rata tidak ada yang bisa ber Bahasa inggris.

Dalam perjalanan pulang ke apartemen naik grab, alhamdulillah kita bertemu dengan driver yang bisa berbahasa inggris (meskipun gak lancar-lancar amat ). Dia menawarkan jasa city tour Da Nang – Hoi Ann menggunakan mobil sedan Toyota viosnya seharga 750.000 VND. Tertarik dengan penawarannya, akhirnya kita start komunikasi dengan LINE dan sepakat untuk menggunakan jasanya untuk city tour besok. Tadinya berencana naik grab kesana kemari untuk jalan-jalan besok, tapi setelah dibuat simulasi perjalanan dengan grab, ternyata tetap lebih hemat dengan jasa drivernya. Jadi deal besok dijemput jam 10 pagi di lobi hotel Mường Thanh. Stay tuned ya guys….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *