Korea Selatan 2017, Day 8: Deoksokgung Stone Wall Road – Everland

Jika membawa anak kecil saat liburan keluarga keluar negeri, tentu hari yang paling ditunggu-tunggu adalah bermain di theme park. Karena setiap negara pasti memiliki taman hiburan andalannya masing-masing, baik itu indoor maupun outdoor. Namun meski rata-rata wahana permainannya kurang lebih sama, tapi suasana dan keseruannya tetaplah selalu berbeda. Sebagai contohnya di Korea Selatan ini memiliki 3 theme park andalan, yakni Everland, Lotte World dan Children’s Grand Park. Seandainya memiliki budget unlimited, tentu semua theme park ini akan saya kunjungi demi menyenangkan sang buah hati. Tapi jika budget terbatas, tentu terpaksa kita hanya bisa memilih salah satunya saja. Karenanya di trip kali ini yang terpilih adalah theme park outdoor terbesar di Korea Selatan, yakni Everland.

  • Deoksokgung Palace

Kita mulai keluar dari apartemen pukul 7 pagi dan langsung naik kereta subway line 2 dari st. Hongik University. Tapi sebelum berangkat ke Everland, kita mampir dulu sebentar di stasiun City Hall dan keluar melalui exit 12 menuju Deoksokgung Palace. Tujuan utama kita kemari bukan untuk ke istananya, melainkan jalan disampingnya. Memang ada apa sih disamping Deoksokgung Palace ini?

Jawabannya adalah deoksokgung stonewall road.  Bagi yang sudah pernah nonton drakor Goblin yang sangat populer tahun 2016 pasti familier dengan jalanan ini karena muncul di awal-awal episode, meski cuman beberapa menit saja. Mitosnya sih konon bisa memutuskan pasangan kekasih yang berjalan bersama menyusuri jalanan ini. Mungkin karena itu Yoona SNSD & 10 cm berkolaborasi mengeluarkan lagu enak sebagai theme song “Deoksokgung Stonewall Walkway” yang seakan bertujuan untuk mematahkan mitos ini. Bagi yang belum pernah melihat video klipnya lagu ini bisa klik dilihat dibawah ini:

Terlepas dari semuanya, jalanan ini memang bagus kok….. Deoksugung Doldam-gil atau Deoksugung Stone Wall Road merupakan sebuah jalanan yang sangat populer, cantik dan asri, membentang sepanjang 900 m mengelilingi istana Deoksugung. Tembok istana yang berhadapan dengan jalanan ini merupakan model bata putih yang tersusun rapih dan serasa paduan yang pas dengan desain jalanannya. Selain itu di sepanjang jalan ini terdapat lebih dari 130 pohon dan 20 bangku yang tersebar dan membentuk perpaduan cantik dan unik. Sehingga saat musim gugur, semua pohon yang ada disini akan berwarna warni dan memberikan suasana yang aman, nyaman, teduh dan romantis bagi pejalan kaki yang melewatinya. Tidak heran istri pesan untuk memasukkan tempat ini ke dalam bucket listnya saat berkunjung ke Korea Selatan.

Dan kebetulan kami datang disaat musim yang tepat dan di waktu pagi hari yang tepat. Kondisi pagi itu masih sepi karena belum banyak orang yang beraktivitas, sehingga kita bisa puas berjalan santai sembari menikmati udara segar dan pemandangan yang indah di sepanjang jalanan ini. Selain itu kita jadi bisa puas mengambil foto tanpa canggung diliatin orang banyak…..  Asyik lah pokoknya sebagai mood booster kami di pagi hari ini…… 

Setelah puas bernarsis ria, kita kembali ke stasiun City Hall dan naik subway line 2 ke st. Gangnam, lalu keluar melalui exit 10 dan menunggu bis #5002 di halte bisnya.

  • Everland

Terletak di daerah Yongin-si, provinsi Gyeonggi-do, Everland merupakan outdoor theme park terbesar di Korea dengan luas lebih dari 100 hektar. Meski telah dibuka sejak 1976 dan tergolong theme park tertua di Korea, taman ini tidak pernah sepi dari pengunjung, baik itu turis domestik maupun internasional. Bahkan jumlah pengunjungnya mencapai lebih dari 8,7 juta orang setiap tahunnya, sehingga masuk ke dalam salah satu taman hiburan yang paling banyak dikunjungi di dunia.  Dibandingkan theme park besar yang sekelasnya seperti disneyland / ocean park hongkong / dll, harga tiketnya lebih ramah dikantong. Apalagi bagi turis asing yang membawa passport akan diberikan diskon 20% dari published rate (HTM 54,000 won untuk dewasa & 43,000 won untuk anak-anak), jadi tidak heran tempat ini masuk ke dalam tempat wajib dikunjungi saat liburan ke Korea Selatan.

Akses menuju ke Everland ada beberapa pilihan transportasi:

  1. Naik kereta subway dengan tujuan stasiun Jeondae Everland
  2. Naik bis 5002 dari stasiun Gangnam (exit 5 atau 10)
  3. Naik bis 5800 dari stasiun Gangbyeon (exit 1)
  4. Naik bis 1500-2 dari stasiun Sadang (exit 2 atau 3)
  5. Naik Everland Shuttle bis direct dengan harga tiket yang lebih mahal, 12,000 won PP

Apapun pilihan transportasinya, semuanya akan berujung di Everland bus terminal yang terintegrasi dengan stasiun Jeondae Everland. Dari terminal bis ini disediakan free shuttle bis berukuran super panjang ke gerbang pintu masuk Everland. Info lebih lanjut mengenai Everland dan public transportationnya bisa klik disini.

Pagi itu antrian pembelian tiketnya sudah mengular naga panjangnya. Untunglah saya tidak perlu melalui antrian tersebut karena sudah membeli tiket duluan seharga 30,000 won secara online di Klook.com.  Tempat ini buka setiap musim dan setiap hari, baik itu weekday / weekend / libur nasional dan Untuk durasi jam operasionalnya juga sangat lama, yakni mulai dari jam 09.30 pagi hingga jam 10 malam.

First impression saat melihat peta Everland, amusement park ini ternyata beneran luas banget. Disini tidak hanya berisi wahana permainan & show saja, melainkan ada kebun binatangnya juga. Bentuk kontur permukaannya seperti perbukitan, jadi terbentang luas dari atas hingga bawah bukit. Sewaktu liburan ke disneyland Tokyo aja sudah gak cukup waktu seharian menjelahinya, apalagi Everland ini. Saking luasnya theme park ini disediakan skyway dan kereta gantung untuk membantu mempersingkat waktu tempuh jalan kaki saat menjelajahinya. Karena merupakan theme park tertua, banyak bangunannya yang catnya sudah tampak kusam dan memiliki desain yang kuno.

Everland sendiri terbagi menjadi 5 zona, yaitu: Global Fair, Zootopia, European Adventure, Magic Land dan American Adventure. Meski tersedia sebegitu banyaknya wahana yang menarik, dijamin kita tidak akan pernah bisa menaikinya semua. Selain karena theme park ini super luas, sebab kedua adalah hampir tiap wahana rata-rata antriannya minimal 30 menit dan bahkan ada yang mencapai 2 jam lebih untuk wahana favorit. Dan sebab yang ketiga bagi pengunjung keluarga yang membawa anak kecil seperti kami ini adalah tidak semua wahana permainan bisa dicoba karena memiliki keterbatasan tinggi badan. Tidak seperti disneyland Hongkong / Jepang yang semua permainannya ramah anak kecil, disini si bungsu Aira dengan tinggi badan 100 cm hanya bisa menaiki 30% dari wahana yang tersedia. Jadi waktu seharian terpaksa dihabiskan untuk berburu wahana yang bisa dimainkan dari ujung ke ujung zona yang model permainannya cenderung membosankan. Dan dari semua zona, hanya Zootopia saja yang tidak kami kunjungi karena rasanya mirip jalan-jalan di kebun binatang.

Saat kami kesana di bulan oktober bertepatan dengan pesta halloween, jadi hampir disemua tempat didekorasi ala horor dan mistis begitu…. khususnya zona Global Fair.

3 wahana favorit yang lumayan seru dan bisa kita naiki adalah Columbus adventure, Thunder falls dan racing coaster.

Lalu kita pindah dari zona American Adventure (area atas) ke zona European Adventure (area bawah) dengan naik skyway.

Di area bawah, kita mencoba wahana yang sedikit seram yaitu mistery house, rotating house dan space tour. Anak-anak sempat gak mau masuk sih karena ketakutan, tapi dengan sedikit rayuan dan sogokan mainan akhirnya mau juga. Setelah itu kita menunaikan shalat Dzuhur & Ashar dulu di mushola yang enaknya berada persis di sebelah mistery house. Tapi ya sebetulnya antara senang dan sedih juga sih, soalnya kenapa musholanya ditempatkan di wahana yang berbau2 hantu begitu….. 

Selesai shalat, kita langsung buru-buru ke Grand stage karena pertunjukan drama musikal tentang petualangan panda akan segera dimulai. Seperti layaknya nonton show apapun diluar negeri, kita mengalami roaming internasional. Tokoh karakternya sih lumayan menarik (bentuknya ), dan ceritanya “kelihatannya” lucu, soalnya orang-orang pada tertawa. Kalau mereka menikmatinya dengan cara menonton, menyanyi dan tertawa bersama…. Kalau kami berlima menikmatinya dengan cara tidur siang yang lelap. hahahaa…..  Lumayanlah bisa istirahat 30 menitan.

Kita terbangun saat lampu ruangan grand stage dinyalakan dan saat keluar gedung tanpa terasa hari sudah mulai semakin gelap. Kita berjalan ke belakang gedung dimana terdapat taman cantik dengan cahaya lampu yang mulai dinyalakan.

Sementara istri dan anak-anak beristirahat disini, saya buru-buru ngacir ke wahana T-Express. Wahana ini adalah roller coaster berjenis kayu berukuran besar dan panjang di Everland, yang memiliki ketinggian 56 m, panjang rel 1.641 m dan kecepatan mencapai 104 km/jam. Sedari awal kedatangan, saya memang sangat penasaran dengan salah satu roller coaster terpanjang di dunia ini. Karenanya saya sampai bela-belain antri hampir 2 jam lamanya demi menaikinya, meski anak-anak sempat ngomel karena nunggu kelamaan..

Pengalaman saya saat merasakan sensasi sewaktu kereta meluncur dari titik tertingginya benar-benar jantung serasa mau copot. Meskipun tracknya tidak terdapat loop putaran sama sekali, tapi kecepatannya sangat luar biasa dan bikin ngeri-ngeri sedap. Apalagi karena tracknya sangat panjang dan meliuk-liuk membuat kita jadi serasa gak selesai-selesai naik kereta ini, bahkan suara sampai habis buat teriak-teriak.

Saat keluar dari pintu exit wahana T-Express, hp saya terdapat 10 miscall dari istri. Rupanya mereka ketakutan karena jam 8 malam itu semua crew everland yang berdandan ala zombie pada keluar semua dan berkeliaran diseluruh area Everland. Tanda-tanda zombie attack ini dimulai dengan suara sirine diseluruh penjuru tempat ala resident evil. Jadilah mereka akhirnya pada ngumpet di musholla…..  Sewaktu saya jemput langsung pada minta pulang semua deh….

Saat hendak balik, rupanya sedang ada parade karnaval di area carnival square. Seakan lupa dengan niat balik, jadi kita nongkrong dulu deh disini untuk menonton pertunjukannya. Paradenya bagus menurut saya, semuanya serba bercahaya, baik itu mobil karakter dan semua penarinya, serta lagunya pun enak. Semua main character dari everland muncul disini menghibur para penonton. Keren bangetlah pokoke….! 

Malam itu udara semakin dingin dan meski kita sudah berjaket tebal tetap saja hawa dinginnya terasa ke kulit. Akhirnya selesai parade jam 9 malam kita langsung cek out dari sini, meskipun sebenarnya tanggung karena 1/2 jam lagi mau ada firework show sebagai tanda closing dari theme park ini. Dari gerbang pintu keluar, kita naik shuttle bis ke Everland bus terminal, lalu naik bis #5002 untuk kembali ke stasiun Gangnam. Saking capeknya, kita tidur didalam bis hampir sejam lamanya gak terasa lho…..  Setibanya di stasiun Gangnam lanjut naik kereta subway line 2 ke st. Hongik university dan langsung balik ke apartemen. Begitu nyentuh kasur langsung pada tumbang deh kita….. 

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *