Korea Selatan 2017, Day 10, Seoul – Jakarta

on

Hari ini adalah hari kepulangan. Pesawat Garuda kami terbang pukul 10.30, jadi otomatis tidak ada aktivitas apapun yang bisa dilakukan hari ini selain pergi ke bandara. Jadi selesai sarapan dan membersihkan kamar apartemen, kami pun check out dan berangkat ke bandara Incheon dari stasiun Hongik University naik kereta AREX all stop station. Karena keretanya direct, jadi hanya dibutuhkan waktu 45 menit saja dan gak ribet gonta ganti kereta.

Sehabis check in dan drop bagasi di counter Garuda Indonesia, kita sempat berjalan-jalan sebentar menjelajahi isi bandara Incheon. Saya sempat mencoba refund kartu T-money di mini market CU, tapi ternyata memang saldonya sudah ludes. Jadi ya sudah, disimpan saja untuk kenang-kenangan. Saat berjalan-jalan di bandara, ketemu lagi dong toko kosmetik disini. Engga nyangka banget! Orang-orang Korea ini sebegitu suka nya kah belanja kosmetik ?!?

Pukul 10.30 tepat, kami pun meninggalkan Korea Selatan dengan beberapa kesan dan hal unik yang menjadi catatan perjalanan kami:

  1. Liburan di Korea Selatan ternyata memang lebih hemat dibandingkan dengan Jepang / Singapore / Hongkong (Diluar tiket pesawat & biaya Visa). Selain biaya hidup dan transportasi yang tergolong murah, hampir semua tempat wisata di Korea Selatan akan memberikan diskon 5 – 40% dari published rate bagi turis asing yang membawa passport. Jadi tidak heran wisatawan asing pada berbondong-bondong liburan ke negara ini.
  2. Industri perfilman & musik di Korea Selatan sangat memberi dampak pada kunjungan wisatawannya. Karena memang kebanyakan tempat wisatanya itu berbau-bau lokasi syuting K-Drama / K-Pop. Jadi kebanyakan para turis yang datang kesini pasti fansnya, sehingga paham betul tempat-tempat wisata yang dikunjunginya secara lengkap. Untunglah kita sempat menonton beberapa film drakor sebelum berangkat, kalau tidak tentu banyak bengang bengong dan tidak mengerti spot-spot yang menarik disana. Tapi bukan berarti tempat-tempat wisata Korea Selatan tidak menarik / membosankan yah…..  Tetap bagus kok, tapi ya kebanyakan memang sifatnya theme park dengan background menarik, jadi cocok buat para narsis mania.
  3. Jika di Indonesia tiap beberapa meter ketemu indomaret / alfamart, maka di Korea Selatan bakalan ketemu toko kosmetik!  Bahkan sampai di amusement park sebesar Everland pun ada toko “Face Shop” & “Etude Shop”. Sesuatu yang gak masuk akal karena tujuan orang kesana kan buat bersenang-senang, bukan belanja produk kosmetik. Dan uniknya lagi adalah yang belanja itu ternyata tidak hanya kaum hawa, melainkan para cowo maskulin atau kekar pun tidak canggung belanja disini……
  4. Menurut saya anak-anak muda Korea ini sangat terobsesi banget menjadi artis. Kita bisa melihat dari banyaknya street performance di tempat-tempat yang penuh dengan kerumunan orang. Bedanya jika di Indonesia para performer bersifat “ngamen” alias cari uang saweran, kalau di Korea mereka melakukannya tidak mengharapkan sumbangan apapun, alias free. Biasanya di setiap show mereka ada 1 atau 2 orang yang bertugas merekam video dan upload ke sosmed. Jadi di akhir show nanti biasanya mereka akan request penonton untuk me-like video mereka entah di youtube atau medsos lainnya. Mungkin mereka berharap ada pencari bakat yang melihat performance mereka.
  5. Orang Korea itu pola makannya mirip dengan orang Indonesia, yakni makanan yang berbahan dasar beras & terigu. Dan bahkan porsinya mereka luar biasa banyaknya. Hampir ditiap makanan di restoran itu pasti disertakan dengan 1 set kimchi, ikan teri, dan lain sebagainya. Buat orang Indo, 1 set kimchi dll itu aja sudah bisa mengenyangkan perut. Tapi uniknya adalah badan mereka kebanyak kurus-kurus, meski porsi makan mereka seperti kuli kalau di Indonesia.
  6. Jumlah orang mabuk saat malam hari di Korea Selatan itu lebih banyak dibandingkan dengan negara Jepang. Mungkin tradisi atau kebiasaan mereka yang gemar minum soju di malam hari. Produk minuman alkohol juga gampang dijumpai dimana-mana, baik itu mini market maupun warung-warung tenda. Jadi tidak heran hampir tiap malam pasti ada saja terlihat orang mabuk yang sedang digotong-gotong temannya.

Overall liburan kami ke Korea Selatan sangat menyenangkan. Total pengeluaran kami selama 10 hari 9 malam di Korea hanyalah separuh dari total pengeluaran saat liburan ke Jepang, sebuah hal yang sangat melegakan dompet. Istri pun kini semakin cinta dengan drama-drama Korea terbaru….. Dan bahkan sampai produk mie yang dulu biasa beli Indomie, sekarang seringnya beli produk mie ramyeon dari Korea….. 

It was a lovely trip!! hopefully next trip we can visit jeju island, mount Sorak & Busan.

Thanks for reading my blog.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *