Itinerary liburan ke Malaka 4 hari 3 malam

on

Suatu ketika di hari minggu tengah malam jam 00.00, bulan maret, tahun 2017, tiba-tiba di hp saya muncul sebuah notifikasi promo sale free seat Air Asia telah dimulai. Tentu saja sebagai seorang traveler sejati pasti langsung tergoda dong untuk hunting tiket gratisan begitu. Namun setelah dicek, yang kursi gratis itu ternyata hanya penerbangan ke Kuala Lumpur & Singapore saja. Kalaupun penerbangan jarak jauh seperti Jepang / Australia / China / dan lain sebagainya itu sebetulnya jadi terasa murah karena imbas dari potongan harga atas kursi gratis penerbangan jakarta ke Kuala Lumpurnya aja sebagai bandara transit. Karena momentumnya memang pas kebetulan kita lagi cari tempat liburan keluarga besar, langsung deh pasang mata melek sepanjang malam untuk hunting tiket di website airasia. Butuh effort besar lho, soalnya sangat tidak mudah mencari 11 tiket sekaligus.

Akhirnya setelah perjuangan panjang ngubek kalender air asia, dapatlah kita penerbangan murah meriah ke Kuala Lumpur seharga 380rb PP di akhir bulan Januari 2018. Alhamdulillah gak sia-sia mata sampai berair gara-gara begadang semaleman…..  Sebetulnya sih bosen juga bolak balik ke Kuala Lumpur, tapi berhubung memang cuman rute itu yang available 11 tiket dan termurah diantara destinasi lain. Jadi ya sudahlah, kita ambil aja.

Tangan pun langsung browsing destinasi menarik mana di Malaysia selain Kuala Lumpur. Akhirnya nemu 2 tempat yang kelihatannya oke untuk dijelajahin, yakni Langkawi dan Malaka. Kalau mau ke Langkawi harus naik pesawat lagi karena lokasinya yang jauh. Sementara Melaka hanya berjarak 2.5 jam perjalanan darat dari Kuala Lumpur. Jadi ya tentu saja pemenangnya adalah Malaka.

Malaka adalah sebuah kota yang namanya sudah terkenal dan diperbincangkan sejak ratusan tahun yang lalu. Sejarah mencatat, Malaka mulai berdiri sejak awal abad 15. Didirikan oleh Prameswara, yang juga terkenal dengan nama Raja Iskandar Syah. Pertengahan abad 15, dibawah pimpinan Sultan Mudzaffar Syah, Malaka mengalami masa kejayaan. Saat itu Malaka menjadi kota pelabuhan, pusat perdagangan sekaligus penguasa di kawasan selat Malaka.

Masa kejayaan Malaka mulai runtuh sejak kedatangan bangsa eropa, yang diawali oleh bangsa Portugis melakukan ekspansi dalam rangka pencarian dunia baru dengan slogan gold, gospel dan glory-nya. Kemudian berturut-turut Malaka beralih kekuasaan ke Belanda dan terakhir jatuh ke tangan Inggris sebagai bagian dari perjanjian pertukaran jajahan dengan Belanda yang menginginkan Bengkulu. Sisa peninggalan masa lalu Malaka, mulai dari bangunan kolonial, benteng, tempat ibadah, china town dan kampung melayu sejak tahun 1700an masih terawat dengan baik hingga saat ini. Untuk itulah Unesco menganugerahkan Malaka sebagai Unesco World Heritage Site atau situs warisan dunia.

Jadi boleh dibilang wisata Melaka adalah wisata kota tua yang sarat dengan nilai sejarah yang tinggi. Kebetulan kami punya waktu 3 hari untuk mengeksplorasinya, karenanya saya membuat itinerary sebagai berikut:

Tapi terkadang yang namanya rencana biasanya jarang yang bisa 100% berjalan lancar…. termasuk trip kali ini. Cerita lebih lanjut, baca postingan saya berikutnya yah……

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *