Malaysia 2018, Day 1: Jakarta – Kuala Lumpur

on

Chaos!! Mungkin itulah kata yang tepat mendeskripsikan hari pertama yang berantakan. Trip keluarga kami yang menyenangkan seharusnya dimulai dari dimulai dari hari keberangkatan akhir januari 2018 kemarin. Tapi sayangnya saat kami dalam perjalanan taksi dari rumah ke bandara tiba-tiba muncul sebuah notifikasi email dari air asia mengenai jadwal terbang kami yang kena delay karena cuaca buruk yang melanda Malaysia. Dan delay-nya tidak main-main, hampir 7 jam lamanya. Pesawat kami seharusnya berangkat jam 7 malam, tapi diberitahukan bahwa terpaksa mundur hingga kurang lebih jam 1an tengah malam. Sempat ragu apakah benar berita ini atau tidak, berhubung sudah terlanjur berangkat ke bandara jadi ya tanggung diteruskan saja.

Setibanya di counter check in, petugas air asia langsung meminta maaf karena sedang terjadi hujan lebat disertai angin kencang di Kuala Lumpur, sehingga terpaksa penerbangannya terlambat. Ini adalah pengalaman delay terlama saya selama menggunakan Air Asia yang biasanya selalu on time. Hati terasa deg-degan mendengar kabar ini, soalnya kan seandainya kita beneran terbang kan khawatir pesawatnya akan terguncang hebat kena angin kencang disana. Selain itu juga kan sayang banget jika sudah sampai disana tapi gak bisa kemana-mana karena hujan. Dan yang menyedihkan lagi adalah reservasi 1 malam untuk 2 kamar di tune hotel KLIA-2 yang telah dibayar dimuka sudah pasti jadi hangus sia-sia. Tapi ya sudahlah, kita bismillah saja.

Sempat bingung juga mau ngapain ya menunggu selama itu….. Kalau siang hari sih enak bisa jalan-jalan keliling bandara atau cari hiburan di mall dulu terdekat dulu. Tapi ini kan kena delay-nya di malam hari disaat jam tidur malam. Mau balik dan istirahat ke rumah, tapi nanggung kalau cuman 1 atau 2 jam doang, kan berarti tengah malam harus balik lagi ke bandara. Serba nanggung dan serba gak enak, akhirnya kita memilih nunggu didalam bandara sajalah….. Toh kita berada di dalam bandara terminal 3 ultimate, yang mana Air Asia untuk rute internasional sejak bulan Januari sudah dipindahkan kemari.

Sebelum masuk ke dalam boarding area, kita mau nyobain dulu airport skytrain dulu yang baru aja mulai beroperasi sejak akhir tahun lalu. Kereta yang beroperasi secara otomatis ini rencananya akan berfungsi sebagai kereta commuter yang menghubungkan stasiun kereta bandara dari arah manggarai dengan terminal 1, 2 dan 3 bandara Soekarno Hatta. Meski sudah sering naik kereta model beginian di luar negeri, tapi kita tetap bangga lho akhirnya Indonesia bisa memiliki kereta canggih seperti ini. Lebih baik terlambat daripada tidak memulainya sama sekali. Airport skytrain ini menurut saya sih berjalan cukup lambat, sehingga tidak heran durasi interval antar kereta sangat jauh hingga 30 menitan. Mungkin karena masih dalam masa percobaan sehingga kemampuannya belum maksimal. Selain itu malam itu kok hanya 1 kereta yang beroperasi yah? Apa memang baru hanya ada 1 atau disimpan di parkiran kereta?  Mudah-mudahan pihak angkasa pura bisa segera mengoptimalkan kereta ini, karena kasian penumpang yang hendak pindah terminal jika jarak antar keretanya sedemikian jauhnya. Mereka bisa beresiko ketinggalan pesawat kalau begini caranya. Apalagi belum lama ini kan viral curhatan salah satu pengguna kereta bandara yang ketinggalan pesawat gara-gara kelamaan menunggu airport skyway-nya. Meski akhirnya pihak angkasa pura bersedia bertanggung jawab, tapi paling tidak ini bisa menjadi introspeksi pihak pengelola bandara.

Bandara terminal 3 ultimate ini memang besar. Di bagian luar ada banyak toko dan restoran dari ujung ke ujung, tapi didalamnya shopping arcade-nya tergolong sedikit, dan kondisinya tidak padat danramai seperti KLIA atau Changi airport. Mungkin karena kita datang di malam hari, jadi gak tau juga saat siang hari. Tapi yang jelas, sebagian besar tokonya sudah pada mulai tutup diatas jam 9 malam. Alhasil kita sebagai para penumpang terlantar di area boarding menjadi semakin kesepian. Pengen tidur, tapi sulit dengan kondisi cahaya terang benderang ala stadion bola. Nonton TV terus-terusan, bosen juga acaranya. Kebanyakan duduk mulu juga lama-lama pegel. Ah serba gak enak deh menunggu pesawat yang tidak jelas kedatangannya begini di area boarding. Andai ada video games arcade macam timezone disini tentu akan lebih menyenangkan sebagai alternatif sarana killing time para penumpang yang kebosanan seperti kita ini. Malam semakin larut, perut terasa lapar……. Untungnya pihak Air Asia bertanggung jawab dengan memberikan makan malam paket ayam KFC ke kita.

Melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 1 tengah malam tak kunjung muncul penampakan pesawat yang akan membawa kita. Kata petugasnya sih pesawatnya masih dalam perjalanan menuju Jakarta. Jadi ya kita kembali duduk manis sembari berpasrah diri. Dan alhamdulillah sejam kemudian akhirnya kita dipersilakan naik ke pesawat. Celingak celinguk di depan kaca area boarding kita kok gak ada pesawatnya, soalnya kan biasanya semua penumpang di terminal 3 akan masuk pesawat lewat garbarata. Ternyata pesawatnya parkir cukup jauh, sehingga kita disuruh naik bis dulu.

Jam 1/2 3 malam akhirnya kita meninggalkan Indonesia dan tiba di Kuala Lumpur jam 1/2 5 pagi. Entah karena masih ngantuk atau terlalu semangat, kita turun dari pesawat sampai lupa dengan koper kecil di dalam bagasi kabin pesawat. Baru nyadar setelah mau masuk ruang imigrasi KLIA-2. Saya langsung lari terbirit-birit kembali ke pesawat, tapi kata pramugarinya semua koper yang ketinggalan di kabin sudah dikirim ke bagage ground handling, jadi disuruh ambil di konveyor bagasi. Ya sudahlah, hati sedikit tenang. Kita langsung proses imigrasi masuk Malaysia, lalu menunggu koper di area bagage claim.

Derita kita sudah selesai kah? Ternyata belum!!! Koper yang ketinggalan tadi sampai seluruh bagasi pesawat yang kita naiki sudah keluar semua ternyata tidak nongol-nongol. Langsung panik dong kita, soalnya pakaian kan semuanya ada disitu. Kita sudah telusuri semua conveyor belt dari ujung ke ujung gak ketemu. Akhirnya kita melapor ke bagian “Lost & Found”. Dengan sigap, petugas KLIA-2 langsung melacak beberapa koper yang hilang karena ternyata disaat bersamaan ada beberapa penumpang yang mengalami masalah yang sama. Alhamdulillah sih koper kita berhasil ditemukan, tapi kita jadi kembali buang-buang waktu 1,5 jam buat menunggunya.

Langsung deh kita terburu-buru menuju terminal bis yang berada dilantai dasar bandara KLIA-2 untuk membeli tiket bis menuju Malaka. Kalau baca website bandara KLIA sih bis yang melayani rute langsung bandara KLIA-2 ke Malaka adalah bis “Trans Nasional”, tapi kita malah dapatnya bis “Starmart Express”. Loketnya berada di paling ujung ticketing area, dekat dengan hotel capsule. Harga tiketnya adalah 21.9RM untuk dewasa & 16.5 RM untuk anak-anak. Alhamdulillah kita masih mendapatkan trip pertama yang jam 07.30.

Dan akhirnya hari ini kembali dihabiskan dengan duduk kelelahan lagi di area boarding bis. Mata sudah pasti masih ngatuk berat dan pantat super pegel karena kebanyakan duduk…..

Untungnya ternyata bis “Starmart Express” ini super nyaman. Konfigurasi duduknya 2:1, jadi joknya lebar, empuk dan terdapat leg rest. Plus enaknya lagi adalah di setiap kursinya terdapat alat pijit punggung, jok bisa direbahkan banget dan kaki bisa selonjoran lurus. Tanpa basa basi, langsung deh kita semua tertidur lelap selama 2,5 jam perjalanan.

** Lesson & Learn:  Buat para traveler sebaiknya jangan mengambil liburan ke negara tropis pada bulan Januari deh…. Karena sudah pasti liburannya akan tidak nyaman karena terganggu hujan dan terkadang disertai angin kencang.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *