Vietnam 2019, Day 5: Da Nang – Ba Na Hills

Akhirnya hari yang dinanti pun tiba, yakni liburan di Ba Na Hills. Sedari awal memang tujuan utama perjalanan ke Vietnam adalah kesini. Tempat ini mungkin kurang populer di telinga orang Indonesia, karena kebanyakan orang Indonesia hanya taunya jika liburan ke vietnam itu adalah ke Ho Chi Minh / Hanoi / Ha Long Bay. Padahal lokasi Ba Na Hills cukup dekat, hanya berjarak sejam saja dari kota Da Nang.

Da Nang beach

Pagi ini kita mulai hari dengan main di pantai Da Nang yang lokasinya hanya tinggal nyebrang apartemen saja. Selain pasir yang bersih, arus lautnya tidak begitu kuat, sehingga enak buat berenang. Matahari juga belum begitu naik, jadi enak masih adem. Meski kalau di cek di accuweather, temperaturnya masih 28 derajat sih…..

Puas berenang, kita balik ke apartemen untuk mandi, cuci baju dan packing. Setelah itu leyeh-leyeh lagi deh sampai batas mentok jam 12 siang…. **ogah rugi Keenakan di apartemen soalnya…. hostnya menyediakan aneka games ringan seperti catur dan kartu remi…. jadi anak-anak senang bisa main dengan santai sambil nonton film streaming netflix di TV. Sementara istri melatih kemampuan olah vokal suara 5 oktaf diiringi oleh alunan gitar yang gak jelas oleh saya…..

Banh Pia Chay

Sebelum berangkat ke Ba Na Hills, kita mau cari titipan oleh2 Banh Phia Chay, alias pia lembut berisi selai duren. Saran dari host kita, kalau mau cari makanan ini sebaiknya ke supermarket Big-C yang letaknya sekitar 15 menit naik grab. Selain lebih lengkap pilihannya, harganya juga lebih murah. Jadilah kita shopping disana naik grab. Asyiknya lagi adalah koper boleh dititipkan di kamar host kita, jadi enak bisa lenggang kangkung kesana.

Habis belanja, kita lanjut mencari makan halal di Da Nang. Kali ini kita mau makanan menu india pakistan. Nama restorannya adalah Mumtaz, letaknya di jalan Đường Hoài Thanh. Saat melihat menunya, ada banyak pilihan makanan di restoran ini, tapi satupun tidak ada yang saya mengerti karena jarang banget makan di restoran india. Ujung-ujungnya kita hanya memesan shawarma isi daging sapi berukuran jumbo. Rasanya enak banget lho…. Bumbu rempah2nya sangat terasa. Kalau roti nan-nya sih menurut saya biasa.

Indian food

Setelah perut kenyang, kitapun balik ke apartemen untuk ambil koper sekaligus pamitan dengan host kita yang baik hati ini.

Grab taxi ride

Dari kota Da Nang menuju Ba Na Hills, kita kembali menggunakan Grab dengan tarif 380.000 VND. Perjalanan kurang lebih 1 jam dengan perbedaan suhu yang sangat kontras. Karena suhu di Da Nang adalah 36-38 derajat celcius, sementara di Ba Na Hills langsung jatuh hingga 15-18 derajat celcius. Brrrr dinginnya….. mana kita gak ada yang bawa jaket lagi….

Buggy Car service in Mercure hotel Ba Na Hills

Selama di Ba Na Hills, kita akan menginap di Mercure hotel Ba Na Hills French Village. Namun anehnya kita diturunkan di sebuah bangunan yang sepi dan bahkan tidak ada orang. Kata driver-nya sih disini adalah lobby hotelnya, tapi kok tidak nampak satupun petugas hotelnya. Di tengah kebingungan kami, tiba-tiba ada sebuah buggy car melewati mobil kami. Driver kami langsung memanggilnya dan berbicara dengannya dengan bahasa roaming international. Katanya koper kami taruh saja disitu, nanti akan diambil oleh petugas hotel, dan kami disuruh naik ke lantai 2 tempat resepsionisnya berada. Benar-benar unik, kenapa hotel ini bikin meja resepsionis di lantai dua, padahal di lantai 1 kosong melompong bangunannya….

Setelah cek in, kita diberikan 4 voucher gondola dan 4 tiket wahana Ba Na Hills. Karena kita berlima, jadi harus beli lagi 1 tiket tambahan anak seharga 300,000 VND. Harga family room hotel ini memang cukup mahal 2,4 juta rupiah per malam, tapi enaknya sudah termasuk 4 tiket wahana Ba Na Hills dan gondola sepuasnya. Jadi sangat value for money.

Cheers inside of the gondola

Saat membaca map Ba Na Bills, ternyata lobi hotel ini merupakan stasiun Gondola Suoi Mo yang mana merupakan jaringan gondola yang langsung ke stasiun L’indochine di puncak Ba Na Hills. Namun karena kita tiba sudah sore banget, cable car tersebut ternyata sudah berhenti beroperasi. Sehingga kita diantar ke stasiun gondola Toc Tien dengan menggunakan buggy car. Setelah itu tentu saja naik gondola ke stasiun Bana.

Ba Na Hills Map

Sebenarnya sejak baca peta, kita sudah tau akan pindah gondola untuk menuju ke atas. Dan benar, kita diminta turun dan jalan kaki pindah ke stasiun Debay. Namun ternyata kedua stasiun ini berjauhan cukup jauh, dan kita pun kembali bingung saat keluar stasiun dimana langit sudah gelap dan cahaya remang-remang, serta tidak ada seorang pun untuk ditanya. Terpaksa kita berkeliaran kesana kemari mencari stasiun Debay sembari badan menggigil kedinginan….

Welcome to hogwarts

Setelah perjuangan 15 menitan demi sekedar nyari stasiun doang, akhirnya kita bisa lanjut naik gondola ke stasiun Morin. First impression saat gondola kami menjelang tiba di stasiun atas adalah seperti sedang terbang mendekati hogwarts school di Harry Potter. Karena arsitektur bangunannya berbentuk kastil yang dikelilingi oleh benteng tinggi dan parit. Udah gitu suasana remang-remang di sore hari membuatnya semakin terasa seperti hogwarts dikejauhan…..

The longest ropeway gondola in Asia

Oh ya lupa cerita, gondola ini merupakan gondola terpanjang di Asia dan merupakan salah satu gondola terpanjang di dunia. Gondola ini mengantarkan para pengunjung theme park Sun world dan tamu-tamu mercure hotel dari kota Da Nang. Perjalanan dari stasiun bawah hingga ke atas memakan waktu 1 jam, jadi bagi tamu hotel yang mau pulang ke bandara sebaiknya jangan sampai lupa menghitung waktu perjalanan. Kita beruntung bisa melihat keindahaan pemandangan bukit Ba Na ini mulai dari saat masih terang hingga matahari benar-benar tenggelam.

The lobby of Mercure hotel

Begitu tiba di stasiun Morin, langsung deh geret koper ke resepsionis hotel Mercure. Sejak awal keluar dari stasiun, tidak henti-henti kita mengagumi arsitektur Sun World ini yang benar-benar menyerupai pemukiman ala perancis di jaman dulu. Detailingnya benar-benar bagus bangettttt…… Jujur memang kami belum pernah ke Eropa, tapi setelah tiba disana langsung terbesit keinginan untuk menjelajahi eropa.

Kita diantar ke kamar hotel oleh guest officer hotel Mercure yang notabene adalah orang Perancis tulen…. Makin membuat suasananya semakin kental terasa eropa….. Kamarnya juga ternyata luar biasa besarnya….. Ada 4 single bed bertingkat dan 1 king bed. Single bednya juga ukuran 120 cm, jadi bisa untuk 2 orang. Dengan kamar sebesar ini, rasanya mengajak 10 – 12 anggota keluarga juga masih nyaman….. Jadi highly recommended deh kalau mau explore kesini bersama keluarga tercinta.

family room: 1 king bed + 4 single bed

Karena hari sudah gelap, dan kita pun malas keluar mencari makan malam di suhu udara yang sedingin ini, akhirnya pilih istirahat ajalah. charge baterai untuk explore sun world besok…..

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *